Tiga Pemain Pilar SMPN 1 Payakumbuh Lolos ke Babak Perang Bintang GSI 2022 -->

Tiga Pemain Pilar SMPN 1 Payakumbuh Lolos ke Babak Perang Bintang GSI 2022

Sabtu, 29 Oktober 2022
Berikan dukungan penuh


Bogor, fajarsumbar.com - Setelah 12 hari TC dan talenta scoutting para pemain Sepak Bola Gala Siswa Indonesia (GSI) tingkat nasional yang dihelat di Sentul Bogor Jawa Barat dari tanggal 18 - 30 Oktober 2022, Tiga pemain pilar asal Payakumbuh yakni Muzzaki Afif Indra (Afif) berposisi sebagai Striker, Haziq Izzan Finda (Izzan) Wing Kiri dan Farraz Afriz (Faras) Center Back ketiganya pelajar SMPN 1 Payakumbuh yang berlatih di SSB Victory dibawah asuhan pelatih bertangan dingin Zulka Hendra (36 tahun) yang sengaja diutus Dinas Pendidikan Payakumbuh sebagai penghargaan buat pelatih bersama tim Dinas Pendidikan yang dipimpin lansung kepala Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh Dr. Dasril S.Pd., M.Pd bersama Kepala SMPN 1 Defimarlitra M.Pd serta Kepala SMPN 3 Payakumbuh M. Isral S.Pd. yang juga meloloskan 1 siswanya mewakili GSI Sumbar ke Nasional, Ibrahim Alim Pramudya. 


Dari 7 orang utusan Sumbar 4 orang dari Pelajar SMPN Payakumbuh dan 3 dari pelajar SMPN Kota Padang. Secara keseluruhan Sumbar meluluskan 4 pemain masuk ke babak perang bintang yang hanya terpilih 30 pemain dari 102 pemain pelajar SMP yang diseleksi se Indonesia, yakni Afif, Izzan dan Farras pelajar SMPN 1 Payakumbuh dan Razka Aditya pelajar SMPN 5 Padang. 30 pemain dalam babak perang bintang besok yang akan digelar Kamis, 30 Oktober 2022 mulai pukul 14.00 WIB di Sentul dekat dari Hotel Lor In Sentul tempat para pemain dan pelatih diinapkan panitia. 


"30 orang pemain dibagi menjadi 2 tim bintang dan nanti akan dipilih 11 pemain terbaik untuk proyeksi pemain nasional PSSI Usia 15 dan 16 oleh tim Scout talent dari BPTI (Balai Pengembangan Talenta Indonesia) di bawah PUSPRESNAS Kemdikbudristek RI. Semoga 3 pilar Payakumbuh ini Afif, Izzan dan Farras terpilih masuk 11 pemain terbaik sebagai regenerasi Nabiel Asyura yang sudah berkiprah di tim PSSI usia 17  saat ini, mari kita doakan,"ungkap Kepala Dinas pendidikan Dasril didampingi pelatih Zulka Hendra.


Menurut Melani S.Pd dari  Kemdikbudristek RI, " BPTI adalah Balai Pengembangan Talenta Indonesia dibawah Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kemdikbudristek RI. Tugas utama BPTI adalah melakukan beberapa hal yang menjadi fokus dalam pengembangan karier berkelanjutan manajemen talenta, mulai dari rekrutmen, analisa pengembangan, hingga retensi dan fasilitas karier. Ketiga fokus tersebut masuk dalam desain besar manajemen talenta nasional. Di tahap rekrutmen, yang pertama dilakukan adalah identifikasi talenta dan menyiapkan ajang talenta yang relevan bagi pengembangan karier. 


Di tahap ini juga dilakukan kurasi untuk memastikan talenta yang direkrut bisa berkembang ke jenjang kompetisi internasional. Para talent yang terjaring dalam seleksi ini akan difasiltasi selanjutnya oleh Pemerintah dalam pengembangan talantanya. Anak-anak Payakumbuh banyak yang bagus telenta sepakbolanya" Jelas Melani yang juga putri Piladang Kabupaten Limapuluh Kota ini.


Dalam laga seleksi hari Jumat, 28 Oktober 2022 Afif pelajar SMPN 1 Payakumbuh ini yang juga Kaptem tim didaulat panitia memimpin membacakan teks Sumpah Pemuda dihadapan tim yang akan bertanding di lapangan Asiop Football Akademy lapangan sepakbola berstandar FIFA di Sentul Bogor.  


Sistem seleksi ajang GSI tahun 2022 ini mengikutkan 102 pemain SMP dari seluruh Provinsi di Indonesia dan dibagi menjadi 6 tim yakni tim Tidore, Majapahit, Bima, Sriwijaya, Malaka dan Kutai. Masing-masing diasah talentanya oleh pelatih nasional seperti Ruli Nere dan kawan - kawan serta dipantau bakatnya oleh tim BPTI Kemdikbudristek RI serta mereka bertanding antar tim. Para pemain Payakumbuh masuk ke 4 tim berbeda dan saling berhadapan. Dari 6 tim yang ada dipilih 4-7 pemain terbaik sehingga terpilih pemain dari 6 tim tersebut. 30 pemain terpilih dibagi  menjadi 2 tim masing-masing 15 pemain dan dilakukan laga perang bintang sebagai laga pamungkas dalam ajang seleksi ini. 


Dari proses laga perang bintang dipilih 11 pemain terbaik untuk direkomendasi oleh BPTI ke PSSI sebagai calon peserta seleksi timnas Usia 15 dan 16 tahun. 


"Semoga pemain Kota Payakumbuh kemabali berkiprah di Timnas PSSI lagi melalui talenta-talenta muda ini ! Mari kita doakan,"pungkasnya 


Kepala SMPN 1 Payakumbuh, Defi Marlitra saat dimintai tanggapan terkait prestasi ini mengungkapkan, sebagai kepsek dan guru guru mereka di SMPN 1 Payakumbuh  sangat merasa bangga atas prestasi yang mereka peroleh, 3 orang utusan Sumatera Barat untuk GSI ke Tingkat nasional berasal dari sekolah kita. Alhamdulillah, ketiganya terpilih sebagai 30 pemain terbaik di tingkat nasional, Semoga prestasi anak-anak kita ini dapat memotivasi siswa-siswa kita semua, bukan hanya utuk siswa SMPN 1 Payakumbuh, tapi semua siswa, baik kota ataupun provinsi Sumatera Barat. 


"Untuk dapat menumbuhkan kembangkan bakat mereka masing-masing, insyaAllah kita pihak sekolah akan selalu mendorong mereka sebagai aksi nyata dari kita telah mengimplentasikan kurikulum merdeka, dan sesuai dengan pemikiran Ki Hajar Dewantara kita, di SMPN 1 Payakumbuh ini akan tetap menuntun siswa-siswa kita sesuai dengan bakat dan minat mereka dan tetap juga mendorong mereka untuk tetap terus belajar sebagai ujud dari "long life education" (pendidikan sepanjang hayat). 


"Melalui kesempatan ini, Kami juga mengucapkan terima kasih yang sebesar besarnya kepada orang tua dan pelatih yang selalu mensupport anak-anak kita, sebab tampa dukungan orang tua yang memahami perkembangan bakat dan minat siswa tidak mungkin prestasi yang begitu besar ini bisa tercapai,"ungkap Defi.


"Ucapan terima kasih banyak juga atas dukungan Kadis Pendidikan Kota Payakumbuh Bapak Dr.H. Dasril, M.Pd,  Walikota kota Payakumbuh Bapak Rida  Ananda, Gubernur Sumatera Barat Bapak Mahyeldi, yang telah melepas anak-anak kita ini secara resmi yang merupakan wujud nyata dari dukungan kita semua, dan ini motivasi terbesar bagi mereka untuk melakukan yang terbaik di tingkat nasional dan mari kita doakan kepada Allah swt semoga anak kita tetap low profile, dan menjaga ibadah mereka, dan semua hal baik yang kita bersama lakukan ini juga dihitung sebagai ibadah di sisi Allah SWT, Aamin,"tadas Defi.(ul)