Wabup Richi Buka Sosialisasi Percepatan Penurunan Stunting -->

Wabup Richi Buka Sosialisasi Percepatan Penurunan Stunting

Jumat, 28 Oktober 2022
Anggota Komisi IX DPR RI H. Suir Syam memberikan paparannya dalam sosialisasi percepatan penurunan Stunting, di Aula Kantor Camat Lima Kaum, Jumat (28/10) 



Tanah Datar, fajarsumbar.com - Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita (bayi di bawah 5 tahun) akibat kekurangan gizi kronis, sehingga pertumbuhan fisik anak terlalu pendek untuk usianya. Kekurangan gizi terjadi sejak bayi dalam kandungan dan pada masa awal setelah bayi lahir, tetapi kondisi Stunning baru nampak setelah bayi berusia 2 tahun. 


Ini disampaikan Wakil Bupati Tanah Datar Richi Aprian, SH, MH, yang juga sebagai Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (KPPS) Kabupaten Tanah Datar, saat membuka Sosialisasi Percepatan Penurunan Stunting Bersama Mitra Kerja Tahun 2022 yang terlaksana berkat kerjasama antara BKKBN Provinsi Sumbar dengan Mitra Kerja Anggota Komisi IX DPR RI, dr. H. Suir Syam, di Aula Kantor Camat Lima Kaum, Jum'at (28/10/22). 


Dikatakan Wabup Richi, bahwa pada tahun 2045 mendatang Indonesia akan memasuki usia emas. Sekaitan dengan itu, Wabup mengajak seluruh elemen untuk mempersiapkan generasi muda Tanah Datar yang tangguh, dengan berbagai ilmu keagamaan dan tentunya gizi yang sehat. 


"Untuk menyiapkan itu semua, kita harus bisa menjadi lumbung pangan di Sumbar, dan itu sudah harus mulai kita siapkan dari sekarang. Kita juga sudah memulainya dengan menjadikan Tanah Datar sebagai penghasil protein yang besar, penghasil beras, daging dan juga pangan, dengan program unggulan kita yakni Asuransi Tani dan Ternak," ujar Wabup Richi. 


Saat ini tambah Wabup, Tanah Datar merupakan penghasil beras terbesar di Sumbar, dari itu jangan sampai ada lagi anak-anak yang tumbuh Stunning, ini tentunya membutuhkan kerjasama semua elemen masyarakat, termasuk juga perantau. 


Wabup tambahkan, melalui sosialisasi ini, akan mampu memberikan pencerahan dan pengetahuan kepada seluruh masyarakat, terutama bisa mencarikan solusi dalam menyelesaikan kasus-kasus Stunting di Tanah Datar. "Target Kabupaten Tanah Datar tahun 2024, angka prevalensi menjadi 0% harus tercapai," pungkasnya. 


Sementara itu, Anggota Komisi IX DPR RI H. Suir Syam, dikesempatan yang sama menyampaikan, untuk percepatan penurunan Stunning, yang paling utama adalah harus memaksimalkan pelayanan kesehatan. 


H. Suir Syam juga menyinggung terkait angka prevalensi Kabupaten Tanah Datar, yang saat ini sebesar 21,5% yang menurutnya ini cukup tinggi. "Angka prevalensi 21,5% itu artinya satu dari lima anak memiliki peluang mengalami Stunting, ini memang perlu dilakukan penurunannya," ujarnya. 



Selain itu, H. Suir Syam juga membahas masalah penyakit gagal ginjal akut, yang banyak diderita oleh anak akhir-akhir ini. 
"Kalau ada anak-anak yang sakit agar tidak diberikan obat yang berbentuk sirup, karena diduga mengandung etilen glikol yang berlebih, yang menyebabkan penyakit gagal ginjal akut pada anak," pesannya. 


Sebelumnya, tokoh masyarakat Lima Kaum Novitra Kemala, menyampaikan ucapan terima kasih atas terlaksananya sosialisasi ini. Menurutnya ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat, guna menambah wawasan terutama tentang Stunting. 


Tampak hadir pada acara tersebut Koordinator Litbang Perwakilan BKKBN Provinsi Sumbar Nurbaiti Djabang, Kadis PMDPPKB Novendril, Camat Lima Kaum Irwan bersama Forkopimca, Wali Nagari se Kecamatan Lima Kaum dan undangan lainnya. (F12)