1 Jasad Korban Gempa Cianjur Kembali Ditemukan di Cijedil, Tubuh Tak Utuh -->

1 Jasad Korban Gempa Cianjur Kembali Ditemukan di Cijedil, Tubuh Tak Utuh

Senin, 19 Desember 2022

Tim SAR gabungan kembali menemukan jasad korban tertimbun longsor di Sate Sinta-Cijedil, Kecamatan Cugenang, Cianjur.



CIANJUR  - Satu jenazah korban longsor akibat gempa kembali ditemukan di sekitar Warung Sate Sinta, Kecamatan Cijedil, Kabupaten Cianjur, Senin (19/12/2022). 


Kondisi korban sangat memprihatinkan lantaran jasadnya sudah tidak utuh saat ditemukan. Jasad korban tersebut berjenis kelamin laki-laki dan langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sayang Cianjur untuk diidentifikasi.


Kasubsi PIDM Humas Polres Cianjur Ipda Nanang Sunarya di Cianjur Senin, mengatakan, TIM DVI Polri akan mengidentifikasi jenazah berjenis kelamin laki-laki itu. Dengan identifikasi itu diharapkan bisa mengetahui identitasnya karena saat ditemukan sudah sulit untuk dikenali karena sudah tidak utuh, sebagaimana dikutip iNews.id.


“Saat ini jasad korban berada di ruang jenazah RSUD Sayang Cianjur, Tim DVI Polris sedang melakukan identifikasi. Jasad korban ditemukan dalam kondisi sudah tidak utuh,” katanya.


Nanang mengatakan, dengan ditemukannya jenazah pria tersebut, menambah catatan korban meninggal dunia akibat gempa di Cianjur, menjadi 603 orang dan tujuh orang korban lainnya masih dalam proses pencarian. Hingga hari ke-29, tim SAR gabungan terus melakukan pencarian dan evakuasi terhadap seluruh korban gempa bumi dan longsor yang masih hilang. Pencarian dilakukan di dua titik, yakni Sate Sinta-Cijedil dan Jalan Mangunkerta, Kecamatan Cugenang.


Petugas Basarnas, Eddy Sukamto, mengatakan jasad korban berjenis kelamin laki-laki saat ditemukan mengenakan celana jeans warna hitam. Jasad korban berhasil ditemukan saat alat berat sedang membersihkan material tanah longsor yang masih menimbun delapan orang korban. 


"Saat ditemukan jasadnya tidak utuh, tepatnya bagian lutut ke bawah tidak ada, sehingga jasadnya dibawa ke RSUD Sayang Cianjur, untuk identifikasi. Pencarian masih tetap dilakukan sampai batas waktu tanggap darurat selesai tanggal 20 Desember," ujarya. Hingga saat ini, pencarian akan terus dilakukan, sejumlah alat berat dan puluhan personel gabungan disiagakan di dua titik pencarian. Harapannya tujuh orang korban lainnya dapat ditemukan sebelum batas waktu pencarian habis. 


"Pencarian akan dimaksimalkan, selain menggunakan alat berat, petugas gabungan juga melakukan penelusuran di titik yang diduga lokasi korban tertimbun. Meskipun setiap harinya terkendala cuaca terutama saat sore hujan selalu turun deras," ucapnya.(*)