Ajakan Ngopi Selamatkan Pekerja Tambang Batubara dari Maut -->

Ajakan Ngopi Selamatkan Pekerja Tambang Batubara dari Maut

Sabtu, 10 Desember 2022
Kenangan Junaidi alias Kicuk saat bersama teman kerjanya Guntur (lingkaran merah) jadi korban kecelakaan tambang batubara PT NAL.


Sawahlunto, fajarsumbar.com - Pasca Tambang Batubara yang dikelola PT Nusa Alam Lestari (NAL) berlokasi di Desa Salak, Kecamatan Talawi, Kota Sawahlunto, Sumatera Barat meledak, diduga akibat gas metan, Jumat (9/12/2022) lalu. 


Junaidi alias Kicuk (41) warga Dusun Ibus, Desa Salak masih tampak masih trauma pasca kejadian ledakan tambang batubara yang merenggut puluhan nyawa rekan kerjanya dalam mengais rezeki demi memenuhi kebutuhan keluarga.


Diceritakan Junaidi pada fajarsumbar.com saat hari kejadian itu, ia mengaku, dikarenakan menunggu teman, memang agak siang dia masuk ke dalam lubang tambang milik PT NAL untuk memulai pekerjaan pengambilan batubara. "Sekitar jam sembilan lewat lah saya datang ke lokasi kerja," ujar ayah tiga anak ini, Sabtu (10/12/2022) di kediamannya. 


Pengakuan Kicuk, teman-temannya sudah masuk ke dalam tambang sekitar jam delapan pagi seperti biasa saat jam-jam kerja. Saat Kicuk datang ke lokasi, ada tukang pompa bernama Sahrul mengajak Kicuk untuk menikmatinya secangkir kopi sebelum masuk ke lubang tambang batubara. Sahrul mengajak ngopi Junaidi bertujuan untuk sama-sama masuk kedalam lubang tambang untuk memompa air didalam lubang tambang. 


"Sambil menunggu teman, saya ngopi dulu. Belum jadi minum, saya mendengar letupan dari dalam tambang. Saya pikir mesin lori yang meletus. Kiranya saya lihat abu sudah mengepul dari lubang tambang. Saya coba masuk kedalam lubang bersama tekan lainnya, separuh lubang saya tak kuat dan kembali keatas dikarenakan kekurangan oksigen dan abu pun sangat banyak," tuturnya. 


Tak lama kemudian, diuraikan Junaidi, ada 2 orang temannya keluar dari lubang tambang meskipun tubuhnya dipenuhi abu. Berselang lima hingga sepuluh menit, keluar lagi seorang temannya yang berhasil merangkak ke pintu lubang dan diselamatkan oleh teman-teman yang berada diluar untuk evakuasi. 


"Lalu keluar lagi pak Turisman dengan menelusuri pintu angin dikarenakan abu sangat padat didalam lubang. Terus keluar lagi satu orang sehingga lima orang berhasil keluar dari lubang tambang," ungkap Junaidi yang tampak merinding menceritakan kejadian. 


Junaidi menceritakan, sebelum kejadian, bahkan sudah ganti baju kerja untuk masuk kedalam lubang tambang. "Karena diajak teman ngopi kan, dan kebetulan teman saya agak lambat datangnya. Paling sepuluh menit lah, kopi pun baru selesai dibuat bahkan belum sempat minum. Lalu terdengar lah suara letupan dari dalam lubang tambang," katanya. 


Diceritakannya saat kejadian, detak jantungnya tak normal lagi. Mau masuk lubang tambang, antara berani tak berani. "Jika dipaksakan nanti (masuk lubang tambang), saya pula yang bakal ditolongin teman akhirnya. Separuh jalan, semua tubuh saya bergetar dan akhirnya saya bilang ke teman, memang tak sanggup untuk masuk dan saya tunggu di pintu lubang," terangnya. 


Teman-teman sudah seperti saudara semuanya. "Kadang kita makan bersama, ngopi di pondok. Waktu istirahat sama-sama. Makan satu, makan semuanya kan. Untuk sekarang saya istirahat dulu lah. Tenangkan pikiran dulu. Masih terbayang semua kejadiannya," bebernya kemudian. (ton)