Liburan Nataru Bersama Keluarga, Hindari Kecelakaan Perhatikan Waktu Berkendara -->

Liburan Nataru Bersama Keluarga, Hindari Kecelakaan Perhatikan Waktu Berkendara

Senin, 19 Desember 2022

Mobil pribadi dianggap menjadi sarana transportasi yang paling efisien karena bisa digunakan untuk bepergian di tempat tujuan.



JAKARTA  – Momen Natal 2022 dan Tahun Baru 2023 (Nataru) dimanfaatkan sebagian masyarakat Indonesia berlibur atau kembali ke kampung halaman bersama keluarga. Mobil menjadi andalan untuk bepergian, tapi pengendara wajib mengetahui waktu berkendara ideal. 


Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi telah menyampaikan dalam Rapat Kerja bersama Komisi VII DPR RI bahwa pada momen Nataru 2022/23 ini akan terjadi pergerakan 44,17 juta orang, dengan mobilitas terbanyak dari mobil pribadi.


Mobil pribadi dianggap menjadi sarana transportasi yang paling efisien karena bisa digunakan untuk bepergian di tempat tujuan. Namun, berkendara menggunakan mobil pribadi juga memiliki risiko yang sangat besar,sebagaimana dikutip iNews.id.


Untuk menghindari insiden yang tak diinginkan, pengendara sebaiknya mengetahui waktu ideal berkendara. Sebenarnya di Indonesia aturan terkait durasi maksimal mengemudi sudah tertuang dalam Undang-Undang.


Itu diatur dalam UUD pasal 90 UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang LLAJ, yang menyebut jika durasi mengemudi maksimal adalah delapan jam sehari untuk mereka para pengemudi, atau bekerja mengemudikan angkutan umum dan barang. 


Sony Susmana, Director Training Safety Defensive Consultant (SDCI) menjelaskan waktu mengendarai mobil yang ideal adalah selama tiga jam. Menurutnya, jika melebihi waktu tersebut maka akan meningkatkan risiko kecelakaan.


“Idealnya itu tiga jam. Jadi pada satu jam pertama menyetir itu konsentrasi kita berkurang 25 persen, dua jam berikutnya berkurang lagi 25 persen, dan pada jam ketiga berkurang lagi 25 persen. Sangat berbahaya jika melanjutkan perjalanan,” kata Sony saat dihubungi jurnalis.


Sony menjelaskan tanda-tanda pengemudi sudah kekurangan konsentrasinya adalah kecepatan yang tidak  teratur dan kendaraan yang kerap keluar jalur. Dia menegaskan meski fisik terlihat bugar, tapi konsentrasi sudah sangat menurun dan tubuh bisa dikendalikan alam bawah sadar. 


“Setelah tiga jam berkendara disarankan untuk beristirahat di rest area atau pom bensin terdekat. Setidaknya beristirahat 15 sampai 30 menit untuk meregangkan tubuh. Ini juga bisa berguna untuk menghilangkan rasa jenuh setelah sekian jam berada di dalam mobil,” ujar Sony. Berdasarkan hasil kajian ilmiah, tubuh manusia membutuhkan waktu untuk memulihkan konsentrasi dan daya refleks. Ini diperlukan untuk menghindar dari risiko kecelakaan karena kelelahan atau gangguan microsleep. 


“Kalau jalan macet itu bisa lebih lama, maksimal empat jam setelah berkendara disarankan istrirahat. Mesin mobil juga harus dimatikan agar tidak overheat selama perjalanan. Jadi orangnya istirahat mobilnya juga begitu,” ucapnya.(*)