Petugas BPTPH Sumbar Monitoring Tanaman Cabai Kelompok Tani Jaya Desa Santur -->

Petugas BPTPH Sumbar Monitoring Tanaman Cabai Kelompok Tani Jaya Desa Santur

Selasa, 20 Desember 2022
Jufri Syam memberikan edukasi kepada petani cabai Bambang Eryadi didampingi Aljulkhir Papua.


Sawahlunto, fajarsumbar.com - Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Balai Perlindungan Tanaman Pangan Dan Hortikultura (BPTPH) Provinsi Sumatera Barat, Jufri Syam S.P laksanakan monitoring tanaman cabai bersama Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan Perikanan dan Pertanian Sawahlunto Aljulkhir Papua HM, S.Kom., MSi di Kelompok Jaya Desa Santur, Kecamatan Barangin, Kota Sawahlunto. 


Monitoring ini dilakukan guna memberikan edukasi kepada petani terkait Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) tanaman cabai. Monitoring secara berkala rutin dilakukan untuk memastikan bahwa pertumbuhan tanaman dalam keadaan optimal, dengan harapan nantinya petani akan panen dengan baik dan semoga mendapatkan harga yang memuaskan.


"Tujuan utama dari kegiatan monitoring ini adalah petani bisa mendapatkan informasi pertumbuhan tanaman yang normal dan tidak ada serangan hama dan penyakit. Demikian juga ketika pertumbuhan tumbuhan dirasa kurang normal atau terhambat maka petani secepatnya harus melakukan pemupukan susulan," ungkap Jufri Syam di Kelompok Tani Jaya besutan Bambang Eryadi. 


Pertumbuhan dan perkembangan tanaman yang optimal dapat di lihat dari capaian tingkat pertumbuhan dan kondisi kesehatan tanaman yang dilihat oleh mata awam sekalipun akan memuaskan. Sehingga mengurangi keraguan dalam berbudidaya oleh petani, tinggal harapannya buah yang akan terbentuk dalam jumlah banyak dan sehat serta mendapatkan harga memuaskan yang akan mendorong petani bersemangat dalam melaksanakan budidaya tanaman cabe. 


"Kesuksesan dalam bertani, bukan semata-mata hanya karena penggunaan pupuk yang banyak, pestisida yang mahal ataupun karena bibit yang digunakan unggul. Akan tetapi kesuksesan dalam bertani juga sangat ditentukan oleh adanya monitoring atau pengamatan yang dilakukan secara rutin," pungkas Jufri Syam. (ton)