Wawako Asrul: Ditunggu Bukti Nyata Program Basunting -->

Wawako Asrul: Ditunggu Bukti Nyata Program Basunting

Selasa, 10 Januari 2023

 

Asrul dan Osman Bin Nur


Padang Panjang, fajarsumbar.com Pemko Padang Panjang terus berupaya menurunkan angka stunting. Salah satunya memaksimalkan program Bapak dan Ibu Asuh Anak Stunting (Basunting) yang diluncurkan Desember 2022 lalu.


“Kita terus melakukan berbagai langkah nyata menyelesaikan masalah stunting, sehingga trend dari angka kasusnya bisa menurun,” kata Wakil Walikota Padang Panjan, Drs. Asrul ketika memimpin rapat evaluasi stunting di balaikota, Selasa (10/1).


Wawako Asrul mendorong percepatan penurunan stunting di Padang Panjang. Menurutnya, penguatan koordinasi dan kerja sama diperlukan agar bisa bersama-sama melakukan aksi nyata dalam upaya perubahan yang lebih baik.


“Program Basunting telah berjalan selama satu bulan. Nanti pada Februari akan dievaluasi secara keseluruhan. Sebelum evaluasi, saya meminta Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) dapat mengejar target sehingga 81 kasus yang ada sekarang, saat evaluasi nanti sudah ada penurunan,” harapnya.


Asrul meminta perangkat daerah untuk sesegera mungkin melaksanakan pencegahan stunting. Mulai dari mencari data mengenai faktor risiko apa saja yang selama ini menyebabkan peningkatan prevalensi stunting, perkembangannya, hingga sosialisasi secara masif terkait stunting.


Ia juga berharap ada inovasi yang dilakukan puskesmas dan kelurahan untuk penurunan stunting di Padang Panjang.


Kepala Kepala Dinas Sosial, Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, PemberdayaanPerempuandanPerlindunganAnak (DSPPKBPPPA), Drs. Osman Bin Nur, M.Si menjelaskan, percepatan penanganan stunting ini merupakan program prioritas nasional. Hal ini, menjadi pondasi awal dalam membentuk generasi yang tangguh guna menyongsong masa depan.


Osman menyebutkan, stunting tidak hanya mempengaruhi pertumbuhan anak, tetapi juga perkembangannya.


"Kunci kemajuan sebuah bangsa itu terletak pada penanganan generasi sejak awal. Apabila angka stunting rendah, maka dapat dihasilkan sumberdaya manusia yang produktif dan kompeten," katanya.


Upaya percepat penurunan stunting yang sudah dilakukan di Padang Panjang, sebutnya, dengan membangun komitmen dan membuat kebijakan, melaksanakan delapan aksi konvergensi, melaksanakan koordinasi intervensi gizi spesifik dan intervensi gizi sensitif, serta meningkatan peran TP-PKK dan lintas sektor. 


“Kita juga telah memberikan makanan tambahan untuk anak stunting dan telah berjalan selama satu bulan. Nanti pada Februari akan kita evaluasi sudah sejauh mana program ini, apa sudah tepat sasaran atau belum,” sebutnya.


Hadir pada kesempatan tersebut, Kepala Dinas Kesehatan, dr. Faizah, Kabid Kesmas dan P2P Dinkes, Rahmaisa, SKM, Bappeda, camat dan kepala puskesmas se-Padang Panjang. (syam)