![]() |
| Ilustrasi |
MALAM 1 Suro 2023 atau Tahun Baru Islam 1 Muharram 1445 Hijriah akan diperingati oleh sebagian masyarakat. Mereka menganggap malam 1 Suro atau malam 1 Muharram sebagai malam yang sakral sehingga disambut dengan tradisi dan ritual.
Namun, bagaimana pandangan syariat Islam terkait malam 1 Suro?
Bulan Suro atau yang dikenal dalam Islam sebagai Muharram sebaiknya tidak diperingati dengan hal-hal yang bersifat mistis atau bahkan syirik. Hal ini karena dapat mencemarkan bulan Muharram yang dalam syariat Islam dijelaskan sebagai bulan suci (haram) dan mulia.
Muharram merupakan bulan pertama dalam kalender hijriah dan memiliki nilai yang sangat istimewa. Banyak dalil yang menunjukkan bahwa Allah Subhanahu wa Ta'ala dan Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam memberikan penghormatan kepada bulan Muharram.
Berikut adalah beberapa pandangan mengenai bulan Muharram dalam Islam:
Bulan Suci
Dalam riwayat dari Abu Bakrah, Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Zaman berputar seperti ketika Allah menciptakan langit dan bumi. Satu tahun terdiri dari 12 bulan, di antaranya ada 4 bulan yang dihormati (suci). Tiga bulan berurutan: Dzulqa'dah, Dzulhijjah, dan Muharram, serta bulan Rajab Suku Mudhar yang berada antara Jumadi Tsani dan Sya'ban." (HR Bukhari dan Muslim)
Bulan Allah
Muharram juga dikenal sebagai Syahrullah atau Bulan Allah. Dalam hadis riwayat Muslim, Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah puasa di bulan Allah, yaitu bulan Muharram."
Hari Asyura
Muharram memiliki Hari Asyura yang sangat dimuliakan oleh umat beragama. Hari ini juga diperingati oleh orang-orang Yahudi karena merupakan hari kemenangan Musa dan Bani Israil dari penjajahan Firaun dan pasukannya.
Dalam riwayat dari Ibnu Abbas, Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam tiba di Madinah dan melihat orang-orang Yahudi berpuasa pada Hari Asyura. Beliau bertanya, "Hari apa ini?" Mereka menjawab, "Hari yang baik, hari di mana Allah menyelamatkan Bani Israil dari musuh mereka, dan Musa berpuasa pada hari ini sebagai ungkapan syukur kepada Allah." Mendengar hal tersebut, Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Kami (umat Islam) lebih berhak menghormati Musa daripada kalian." Kemudian Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam berpuasa dan memerintahkan para sahabat untuk berpuasa juga. (HR Bukhari)
Bulan yang Mulia
Para ulama menyatakan bahwa Muharram adalah bulan yang paling mulia setelah Ramadhan. Bulan ini memiliki keistimewaan yang luar biasa dalam agama Islam.
Hasan al Bashri menyatakan, "Allah membuka tahun dengan bulan yang dihormati (haram), yaitu Muharram, dan mengakhiri tahun dengan bulan yang dihormati (haram), yaitu Dzulhijjah. Tidak ada bulan yang lebih mulia di sisi Allah setelah Ramadhan selain Muharram. Dahulu, bulan ini dikenal sebagai Syahrullah Al Asham (bulan Allah yang sunyi) karena keagungannya." (Lathaiful Ma'arif, halaman 34)
Dalam pandangan syariat Islam, Muharram merupakan bulan yang suci dan mulia. Oleh karena itu, sebaiknya peringatan malam 1 Suro atau malam 1 Muharram dilakukan dengan mengikuti ajaran Islam yang murni, menghindari kepercayaan-kepercayaan yang bertentangan dengan agama, dan memperbanyak ibadah serta amal saleh.(dj)
Komentar