KM Bahari Mandiri 03 Terombang-ambing 13 Mil, Tim SAR Agam Berhasil Selamatkan 13 ABK -->

Iklan Atas

KM Bahari Mandiri 03 Terombang-ambing 13 Mil, Tim SAR Agam Berhasil Selamatkan 13 ABK

Rabu, 16 Agustus 2023
.


Agam - Sebuah kisah penyelamatan yang penuh tantangan namun berakhir dengan sukses gemilang. Kapal nelayan KM Bahari Mandiri 03 dari Air Bangis, Kabupaten Pasaman Barat, Sumbar, terombang-ambing sejauh 13 mil di tengah lautan lepas. Pada Selasa (15/8), tim Search and Rescue (SAR) bersama masyarakat nelayan setempat berhasil menemukan dan menarik kapal tersebut ke pantai Tiku Nagari Tiku Selatan, Kecamatan Tanjung Mutiara, Kabupaten Agam.


Kerusakan mesin yang dialami kapal ini menjadi awal dari petualangan dramatisnya. Saat sedang berupaya menangkap ikan di perairan Pasia Tiku, mesin kapal tiba-tiba mati, menjadikan kapal terperangkap dalam ombak dan terombang-ambing sejauh 13 mil di lautan lepas. Kapal ini membawa dengan 13 Anak Buah Kapal (ABK) yang semuanya akhirnya selamat dari insiden ini.


Tim SAR yang beranggotakan dari Basarnas, pos TNI AL Pasia Tiku, Pol Air, pemerintah kecamatan, dan masyarakat nelayan setempat, dengan gigih berusaha menyelamatkan para ABK dan kapal. Melalui koordinasi yang terencana dengan baik dan penilaian yang cermat, akhirnya berhasil ditemukan kapal beserta seluruh ABK-nya dalam kondisi selamat.


Bambang Warsito Kalaksa dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Agam menjelaskan, "Operasi penyelamatan, penemuan, serta penarikan kapal dilakukan oleh tim SAR yang berkolaborasi dengan masyarakat nelayan dari Kecamatan Tanjung Raya. Kapal dan ABK-nya telah tiba dan istirahat di pantai Tiku."


Bambang juga menegaskan bahwa para ABK telah berhasil dipulangkan ke Air Bangis. Para keluarga ABK yang saat ini dalam perjalanan diharapkan segera menjemput mereka di pantai Tiku Nagari Tiku Selatan.


Laporan sementara yang dikeluarkan oleh Kepala Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Kabupaten Agam menggambarkan kronologi operasi penyelamatan ini. Dari tahap assesment dan pendataan hingga koordinasi dengan berbagai pihak terkait seperti Basarnas, TNI AL, Pol Air, Pemerintah Kecamatan, dan nelayan setempat, semua langkah telah diambil untuk menyelamatkan para ABK dan mengamankan kapal.


Kepala Pusdalops-PB menambahkan bahwa saat ini para nelayan dari Pasia Tiku sedang dalam proses penjemputan untuk kembali ke lokasi kejadian, menandakan bahwa semangat gotong royong dan kerja sama berkelanjutan terus terjaga dalam menghadapi situasi darurat di laut. (yanto)