Mengatasi Kelelahan Setelah Makan: Faktor dan Cara Mengatasinya -->

AdSense New

Mengatasi Kelelahan Setelah Makan: Faktor dan Cara Mengatasinya

Minggu, 13 Agustus 2023
ilustrasi


Jakarta - Setelah melalui setengah hari yang sibuk, makan siang seakan menjadi suntikan energi yang diharapkan. Namun, seringkali kita merasakan kelelahan setelah makan, fenomena yang dikenal sebagai postprandial somnolen atau dikenal dengan istilah umum "food coma".


Ahli kesehatan di RS Montefiore Nyack, New York, Sandra Arévalo, menjelaskan bahwa sebagian dari fenomena ini dapat dijelaskan melalui fisiologi dasar. Ketika kita makan, sebagian besar aliran darah dialihkan ke organ pencernaan untuk mengolah makanan. Pasca makan, tubuh mungkin meningkatkan produksi serotonin, neurotransmitter yang mengatur tidur dan suasana hati, terutama jika makanan mengandung asam amino esensial triptofan.


Asam amino esensial ini banyak ditemukan dalam sumber protein seperti ayam, keju, dan ikan. Selain itu, konsumsi makanan "berat" dan manis juga dapat memperburuk kelelahan pasca makan. Makan berlebihan di siang hari, terutama saat ada banyak tugas, atau bahkan tidak sarapan, dapat menjadi pemicu makan berlebihan saat siang. Seiring dengan itu, beberapa makanan tertentu, terutama yang tinggi lemak atau gula tambahan, dapat memengaruhi perasaan lelah.


Julie Stefanki dari Academy of Nutrition and Dietetics menjelaskan bahwa merasa lelah setelah makan tidak selalu menandakan ada yang salah dengan tubuh. Namun, hal ini mungkin dianggap sebagai masalah dalam norma budaya, khususnya di Amerika Serikat yang sangat mengedepankan produktivitas di siang hari.


Kristin Kirkpatrick, ahli diet dari Cleveland Clinic, menyarankan agar makanan dengan kandungan serat tinggi dipilih. Serat dalam makanan utuh membantu memperlambat penyerapan gula ke dalam tubuh, sehingga menghasilkan energi yang lebih stabil dan tahan lama.


Dalam mengatasi kelelahan setelah makan, Kristin menyarankan untuk menghindari konsumsi makanan berlebihan dan memilih makanan yang lebih seimbang seperti salmon, daging ayam putih, dan kacang-kacangan.


Tidur juga berperan penting dalam mengatur hormon-hormon dalam tubuh, termasuk hormon pencernaan. Kurang tidur dapat mengganggu keseimbangan hormon dan meningkatkan hormon ghrelin yang memicu rasa lapar. Karenanya, menjaga kualitas tidur menjadi faktor penting dalam mengatasi kelelahan pasca makan.


Untuk sebagian orang, kelelahan setelah makan juga bisa menjadi indikator masalah gula darah, seperti diabetes. Julie Stefanki menyarankan untuk memeriksakan kadar gula darah dan hemoglobin A1c untuk mengidentifikasi potensi masalah tersebut.


Dalam upaya mengatasi kelelahan setelah makan, penting untuk memilih makanan dengan bijak, mengatur porsi, tidur yang cukup, dan menjaga keseimbangan gula darah. Dengan langkah-langkah ini, kita dapat mengurangi risiko kelelahan pasca makan dan menjalani aktivitas dengan lebih bertenaga.(des)