![]() |
| H.Hasanuddin,S.Pd, MM (foto.dok.anih) |
Sungai Laban - Selama ini, masalah pemberdayaan dan penguatan sumber daya manusia (SDM) terhadap beragam profesi guru ditengah-tengah masyarakat ini, agak terabaikan. Guru disini bukan tenaga pendidikan pada satuan pendidikan. Sebab, ini telah jelas Pemerintah yang menangani melalui Dinas Pendidikan di Daerah masing-masing.
"Guru-guru yang perlu kita pikirkan dalam konteks ini adalah guru mengaji, guru seni pencak silat, guru ulu ambek, guru seni tari galombang, guru petatah-petitih Adat alias barundiang" kata H.Hasanuddin, S.Pd,MM ketika bincang-bincang dengan fajarsumbar.com di salahsatu Pojok Lapau Sungai Laban, Nan Sabaris, Senin (16/10/2023), sehubungan ia maju sebagai Calon Legislatif (Caleg) DPRD Padang Pariaman dari Partai Amanat Nasional (PAN) dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 mendatang.
Kesemua guru-guru tersebut, menurut putera Sunua itu, sangat dirasakan keberadaan mereka ditengah-tengah masyarakat.Tetapi untuk penanganan SDM nya belum tergarap secara maksimal. Seperti dalam bentuk pendidikan dan pelatihan, atau dalam bentuk Bimbingan Teknis (Bimtek) kepada guru-guru yang informal ini.
"Bila tidak kita lakukan Bimtek kepada mereka sebagai sarana alih regenerasi dalam seni pencak silat, ulu ambek, belajar petatah-petitih alias Barundiang akan terjadi kelangkaan tentang guru seni budaya yang satu ini. Sebagai pembawa kato barundiang alias "Palo Mudo" itu, kini telah mulai langka ditengah-tengah masyarakat" ucap Hasanuddin prihatin yang pernah bergelut selama puluhan tahun dijajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan itu.
Ia menyebut, keberadaan guru mengaji umpamanya, baru sebatas bantuan Pemdakab melalui Baznas. Sedangkan guru-guru Pencak Silat, Ulu Ambek, Tari Galombang dan Kato Pasambahan yang dibawokan "Palo Mudo" yang telah mulai langka ini, belum tersentuh. Memang ada dikalangan Nagari yang menganggarkan melalui aspirasi Bamus, itupun tak seberapa.
"Kedepannya, guru-guru informal ini sangat perlu diperhatikan oleh Pemdakab Padang Pariaman, sehingga akan terpenuhi visi dan misi religius dan seni budaya untuk mewujudkan Padang Pariaman Berjaya itu" terang Hasanuddin dengan nomor urut 8 pada Daerah Pemilihan (Dapil) Padang Pariaman 1 terdiri Kecamatan Nan Sabaris, Ulakan Tapakih, Enam Lingkuang, 2 x 11 Enam Lingkuang Sicincin dan 2.x 11 Kayu Tanam.
Menurut Hasanuddin, bila terpilih dari Pemilu 2024 dan berhasil duduk di DPRD Padang Pariaman nanti, akan kita perjuangan anggaran masalah pendidikan umum, pendidikan agama, pendidikan keagamaan, seni budaya Ulu Ambek dan Palo Mudo tersebut.
"Ini akan menjadi perhatian khusus buat kami untuk memperjuangkan nantinya. Setidaknya, ada Bimtek masalah ini. Kalau tidak demikian, akan tergilas ditelan masa. Sehingga bagi generasi muda akan kehilang jati diri sebagai rang Minangkabau berfalsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK) itu" jelas Hasanuddin yang fasih berkato Adat walaupun tak Penghulu, tapi pernah menjadi Anak Indang pada zamannya. (saco).
Komentar