Pemerintah Dan DPRD Resmikan Masjid Nurut Taqwa Nagari Lubuk Gadang Utara -->

Iklan Atas

Pemerintah Dan DPRD Resmikan Masjid Nurut Taqwa Nagari Lubuk Gadang Utara

Jumat, 19 April 2024

 

Ketua DPRD Solsel dan anggota DPRD Ikut hadir dan resmikan rumah ibadah Masjid Taqwa di Jorong Manggiu. (Abg


Solsel, fajarsumbar.com - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Solok Selatan, (Sumbar) dan Pemerintah Kabupaten Solok Selatan meresmikan Masjid Nurut Taqwa Jorong Manggiu, Nagari Lubuk Gadang Utara, Kec. Sangir, Jumat (19/04/2024).

Peresmian ini juga ditandai dengan kegiatan Festival Durian Solok Selatan di Pulau Mutiara, dihadiri juga oleh sejumlah anggota DPRD Solok Selatan seperti Afrizal Candra dan Dede Pasarela. 

Peresmian ini dilakukan atas berubahnya status Musholla Nurut Taqwa menjadi Masjid, berdasarkan izin nomor 400/103/KESRA-2024 yang ditandatangani oleh Bupati Solok Selatan H. Khairuna Ini juga merupakan langkah penting dalam pembangunan infrastruktur keagamaan di Solok Selatan.

Wakil Bupati Solok Selatan, H. Yulian Efi dalam peresmian ini mengatakan pentingnya peran mesjid sebagai indikator keimanan masyarakat.

Wabup Yulian juga berharap bahwa perubahan status Musholla menjadi Mesjid akan meningkatkan ketaqwaan masyarakat.

Sementara Ketua DPRD, Zigo Rolanda, mengekspresikan harapannya bahwa pembangunan mesjid baru di Solok Selatan, ditambah dengan program rumah Tahfiz yang sudah berjalan, akan memberikan kontribusi dalam meningkatkan ketaqwaan masyarakat.
"Pembangunan karakter butuh waktu. Begitu juga pembangunan iman dan taqwa. Dan pembangunan mesjid serta rumah Tahfiz diharapkan mampu berandil dalam percepatan pembangunan ke arah masyarakat yang religius di Solok Selatan," kata Zigo.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Kantor Kemenag Solok Selatan, Khasmir, MM menyampaikan bahwa di kecamatan Sangir kini terdapat 68 mesjid dan 72 musholla, sementara Solok Selatan secara keseluruhan memiliki 222 mesjid dan 376 mushalla. 

Acara peresmian juga dihadiri jajaran OPD Pemkab Solok Selatan, Forkompinda, tokoh agama, adat, dan pemuka masyarakat dan lainnya dan ditutup dengan makan bersama setelah sholat Jumat. (Abg)