Perdana Masuk Kerja, BPBD Kota Payakumbuh Lakukan Evakuasi Pohon Tumbang -->

Iklan Atas

Perdana Masuk Kerja, BPBD Kota Payakumbuh Lakukan Evakuasi Pohon Tumbang

Selasa, 16 April 2024
Proses pemotongan pohon melintang di sungai 


Payakumbuh, fajarsumbar.com - Usai mendapatkan kunjungan inspeksi mendadak Pj Wali Kota Payakumbuh, Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) langsung bermain air.


Pasalnya, Kalaksa BPBD Erizon, selasa (16/04/2024) pagi melalui kabud kedaruratan, Eza menerima laporan dari Lurah Balai Jariang Air Tabit, Musliadi. Lurah Musliadi meminta bantuan evakuasi sebatang pohon mahoni berdiameter 1 meter dengan tinggi 30 meter, tumbang dan melintang di sebuah sungai.


"Ya, kita sudah terima laporan dari lurah. Kita (Tim Respon Cepat BPBD) segera menuju lokasi untuk melaksanakan reaksi cepat mengevakuasi objek. Kita kirim 8 personil evakuasi lengkap dengan sarpras yang dibutuhkan. Sekitar 3 jam tim kita basah-basahan untuk melakukan pemotongan dan pengumpulan objek di pinggir sungai. Karena potongan kayu tidak bisa dinaikkan, karena bibir sungai memiliki ketinggian 2 meter dari dasar air. Di momen dan lokasi yang sama, kita juga lakukan evakuasi sebatang pohon kelapa yang juga tumbang ke sungai, sekitar 40 meter dari lokasi pertama,"terang Eza, Selasa (14/04/2024) siang didampingi Kasi Kedaruratan, Yoserizal dan Kasi Logistik, Syafrizal.


Sebelumnya, ulas Eza. Pada Minggu (14/04/2024) malam, tim kita juga telah melakukan evakuasi 2 batang pohon di kelurahan Sawahpadang Auakuning dan Kelurahan Sicincin. Juga, evakuasi warga dari banjir di bantaran Sungai Batang Agam, pada Senin  (8/4/2024) malam, serta evakuasi pohon tumbang di Cubadak Aia, Kelurahan Tigo Koto Diate.


Terpisah, Lurah Balai Jariang Air Tabit Musliadi menyampaikan ucapan terima kepada Walikota Payakumbuh melalui Kalaksa BPBD.


"Untuk penanggulangan bencana di Kota Payakumbuh, sesuai tupoksinya, kita siap bekerja kapan saja. Bagi masyarakat Kota Payakumbuh yang membutuhkan bantuan BPBD, kami silahkan melapor melalui lurah, dimana warga berdomisili,"tandasnya.


"Terimakasih banyak atas bantuannya dari Tim Reaksi Cepat BPBD Kota Payakumbuh. Mudah-mudahan apa yang kita lakukan, jadi ladang amal bagi kita. Dan masyarakat terbebas dari bencana. Aamiin,"ucap Musliadi yang juga mantan pegawai di Dinas Pertanian. 


Dengan dievakuasi pohon mahoni dan kelapa yang tumbang ke sungai. Dikhawatirkan, akan menghambat aliran air, dan sampah sungai. Akibatnya bisa membendung air, dan berkemungkinan bisa menyebabkan banjir, serta akan berdampak lebih jauh. Usai pelaksanaan evakuasi, kita sempat berbagi pengalaman sembari minum kopi di lokasi. Sekali lagi, terima kasi tim reaksi cepat BPBD Kota Payakumbuh, "pungkasnya.(ul)