Sawahlunto Siap Jadi Tuan Rumah Simposium Internasional 'We Are Site Manager' 2025 -->

Iklan Atas

Sawahlunto Siap Jadi Tuan Rumah Simposium Internasional 'We Are Site Manager' 2025

Senin, 22 April 2024

 

Pj Wali Kota Sawahlunto Zefnihan meninjau kondisi lokomotif uap E1060 'Mak Itam'. Untuk Sawahlunto sebagai tuan rumah simposium internasional pada 2025 nanti.


Sawahlunto – Pemerintah Kota Sawahlunto, Sumatera Barat, tengah meningkatkan persiapannya untuk menjadi tuan rumah sebuah simposium internasional yang dikenal dengan nama ‘We Are Site Manager’ pada tahun 2025. Simposium ini diharapkan akan dihadiri oleh delegasi dari sekitar 37 negara.


Zefnihan, yang saat ini menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Sawahlunto, menyampaikan bahwa pemerintah kota saat ini sedang melakukan evaluasi terhadap kebutuhan akan sarana dan prasarana yang diperlukan untuk penyelenggaraan simposium internasional tersebut.


"Kami sedang mencatat semua kebutuhan ini untuk kemudian diikutsertakan dalam proposal yang akan kami ajukan kepada Kementerian, BUMN, dan pihak terkait lainnya. Keterlibatan semua pihak ini sangat penting mengingat situasi keuangan kota yang terbatas," ungkapnya.


Menurut Zefnihan, penyelenggaraan simposium internasional ini akan memberikan manfaat penting dan strategis, tidak hanya bagi Sawahlunto tetapi juga secara nasional. Oleh karena itu, ia berharap agar pemerintah pusat dan pemerintah provinsi memberikan dukungan yang komprehensif dan berkelanjutan.


"Simposium ini akan dihadiri oleh delegasi dari berbagai negara, termasuk unsur pemerintah dan organisasi yang terkait dengan warisan dunia, dari lebih dari 30 negara. Selain manfaat diplomasi, referensi, dan edukasi, kami juga berharap adanya manfaat promosi dan pertumbuhan ekonomi selama penyelenggaraan simposium ini," tambahnya.


Zefnihan juga menyatakan bahwa Sawahlunto memiliki potensi besar untuk memanfaatkan kesempatan menjadi tuan rumah simposium ini dalam meningkatkan promosi pariwisata dan pertumbuhan ekonomi masyarakat.


"Kami berkomitmen untuk memaksimalkan persiapan sejak sekarang agar penyelenggaraan ini berjalan lancar dan sukses. Kami ingin menghindari keterburuan yang bisa mengganggu efektivitas pelaksanaan," katanya.


Simposium internasional ‘We Are Site Manager’ adalah forum global bagi negara-negara yang memiliki kota bersejarah untuk membahas upaya pelestarian situs-situs bersejarah di masing-masing negara. Tujuan dari simposium ini adalah untuk meningkatkan kesadaran dan apresiasi internasional terhadap peran manajer situs dalam menjaga warisan dunia UNESCO.


Rahmat Gino, seorang delegasi Indonesia untuk simposium tersebut, menjelaskan bahwa simposium ini telah diselenggarakan di Penang, Malaysia, pada bulan Maret 2024 dengan berbagai kegiatan seperti seminar, diskusi, dan peninjauan situs bersejarah.


"Guna memanfaatkan keunggulan yang dimiliki, seperti pengakuan UNESCO terhadap Sawahlunto sebagai Warisan Tambang Batubara Ombilin Sawahlunto (WTBOS), kami percaya bahwa Sawahlunto memiliki potensi untuk menjadi tuan rumah simposium internasional ini, sebagaimana yang telah dilakukan oleh Malaysia," ungkap Rahmat Gino.(des)