Body Contouring Pasca Melahirkan, Solusi untuk Bentuk Tubuh Ideal -->

Iklan Atas

Body Contouring Pasca Melahirkan, Solusi untuk Bentuk Tubuh Ideal

Jumat, 28 Juni 2024

ilustrasi



Jakarta - Body contouring menjadi solusi bagi ibu untuk mendapatkan bentuk tubuh ideal pasca melahirkan. Dokter menyarankan waktu yang tepat untuk melakukan prosedur ini.


Proses body contouring bertujuan untuk membentuk tubuh serta mengatasi kelebihan lemak atau kulit di area tertentu setelah mengalami penurunan berat badan yang signifikan.


Menurut dokter spesialis bedah plastik rekonstruksi dan estetik dari Klinik Utama DR Indrajana, Dr. Qori Haly, prosedur body contouring cocok dilakukan oleh orang yang masuk dalam kategori overweight, termasuk ibu pasca melahirkan.


"Ibu pasca melahirkan sebaiknya melakukan body contouring sekitar 4-6 bulan setelah melahirkan," ujar Dr. Qori dalam konferensi pers di Klinik Utama DR Indrajana, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (27/6).


Dr. Qori menjelaskan pentingnya jeda waktu yang cukup panjang tersebut karena pasca melahirkan, tubuh ibu masih mengalami gangguan metabolik, fluktuasi hormon, dan kehilangan darah yang signifikan, baik pada persalinan normal maupun sesar.


"Ibu juga membutuhkan waktu masa nifas selama 40 hari. Selama masa ini, kandungan rahim juga akan mengecil kembali ke ukuran normal," tambahnya.


Menurutnya, setelah proses pengecilan kandungan selesai, barulah dapat dilakukan penilaian untuk menentukan ukuran tubuh ideal. Operasi body contouring tidak disarankan jika ukuran tubuh masih besar karena dapat meningkatkan risiko komplikasi yang memerlukan operasi tambahan.


Prosedur body contouring umumnya meliputi abdominal plasty atau mini abdominoplasty (untuk perut bagian bawah), serta pembentukan lengan dengan arm-brachial lift dan arm liposuction. Dr. Qori menambahkan bahwa prosedur pada lengan sering dibutuhkan oleh wanita yang kesulitan mengurangi lemak di area tersebut, meskipun telah melakukan olahraga dan aktivitas fisik lainnya.


"Prosedur ini membantu mengatasi lemak persistent yang tidak mudah hilang meskipun sudah melakukan gym dan olahraga rutin," jelasnya. (des)