Dana Rp1,8 Triliun dari Bank Dunia untuk Transportasi Medan dan Bandung -->

Iklan Atas

Dana Rp1,8 Triliun dari Bank Dunia untuk Transportasi Medan dan Bandung

Minggu, 30 Juni 2024

Menhub Budi Karya dapat pinjaman utang


Jakarta - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah berhasil mendapatkan pinjaman sebesar Rp1,8 triliun dari Bank Dunia. Dana tersebut direncanakan untuk pengembangan infrastruktur transportasi di Medan dan Bandung.


Menurut Menhub, di Kota Medan, dana dari Bank Dunia akan digunakan untuk membangun depo sebagai tempat pemberhentian akhir bus. Selain itu, dana tersebut juga akan dialokasikan untuk memperbaiki koridor Bus Rapid Transit (BRT) Kota Medan, termasuk pembangunan pedestrian dan halte.


"Dari total dana Rp1,8 triliun, Rp300 miliar di antaranya untuk pembangunan depo. Perbaikan ini fokus pada satu koridor BRT di Medan yang panjangnya hampir 10 kilometer, dengan fasilitas pedestrian dan halte yang aman dan berkesan. Ini dapat dijadikan sebagai contoh bagi pengembangan transportasi di kota-kota lain," ujar Menhub dalam keterangan resminya, Jumat (28/6/2024).


Menurutnya, depo yang direncanakan akan dilengkapi dengan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU). Langkah ini sejalan dengan rencana pemerintah untuk mengalihkan operasional BRT kepada Pemerintah Kota Medan pada 17 Agustus 2024 serta transformasi kendaraan BRT menjadi berbasis listrik.


"Kami berharap dapat memanfaatkan lahan negara dengan produktif, misalnya dengan membangun hotel, kantor, atau rumah sakit," tambah Menhub.


Sementara itu, Walikota Medan Bobby Nasution yang ikut serta dalam peninjauan tersebut menyatakan komitmennya dalam mendukung proyek infrastruktur yang berskala nasional di Kota Medan.


"Kami siap mendukung, termasuk menyediakan lahan untuk depo dari Pemkot Medan. Kami berharap bahwa peralihan BRT pada tanggal 17 Agustus nanti akan menjadi hadiah bagi masyarakat Medan yang menggunakan transportasi umum, dengan langkah selanjutnya untuk beralih ke kendaraan listrik," tutupnya.(BY)