Nikolas Agung, AMKA Fokus pada Target Besar Meski Ada Isu Pembubaran -->

Iklan Atas

Nikolas Agung, AMKA Fokus pada Target Besar Meski Ada Isu Pembubaran

Kamis, 27 Juni 2024

Amarta Karya buka suara soal pembubaran BUMN


Jakarta - Direktur Utama PT Amarta Karya (Persero) Nikolas Agung angkat bicara mengenai isu pembubaran perusahaan. Dia membantah pernyataan Direktur Utama PT Danareksa (Persero) Yadi Jaya Ruchandi yang menyebut beberapa BUMN, termasuk PT Amarta Karya (AMKA), akan dibubarkan.


Pernyataan tersebut disampaikan Yadi saat mengikuti rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR RI. Menurutnya, dari 14 BUMN yang bermasalah, 6 di antaranya terancam dibubarkan.


Enam BUMN yang terancam dibubarkan antara lain PT Indah Karya (Persero), PT Dok dan Perkapalan Surabaya (Persero), PT Amarta Karya (Persero), PT Barata Indonesia (Persero), PT Varuna Tirta Prakasya (Persero), dan PT Semen Kupang.


Nikolas Agung mengaku terkejut dengan pernyataan Yadi yang dimuat di beberapa media, yang menyatakan bahwa enam BUMN tersebut akan dibubarkan.


"Saya sangat terkejut dengan pemberitaan tersebut, tapi saya tidak terlalu memikirkan dan menginstruksikan jajaran AMKA untuk tetap fokus pada tujuan besar AMKA," kata Nikolas Agung, dikutip Kamis (27/6/2024).


Ia menyayangkan pernyataan tersebut, karena menurutnya yang berhak memberikan pendapat terkait pembubaran perusahaan adalah Menteri BUMN atau Wakil Menteri BUMN.


Nikolas menjelaskan bahwa sejak September 2020, PT Amarta Karya (Persero) sudah berada di bawah pengelolaan PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) untuk proses restrukturisasi menyeluruh yang masih berlangsung hingga saat ini, tanpa ada pembahasan tentang pembubaran.


"Secara hukum, yang berwenang adalah Kementerian BUMN dan PPA. Jadi, jika belum ada pemberitahuan resmi dari kedua institusi tersebut, kami akan tetap fokus pada target kami," ujar Nikolas.


"Pada awal Juli nanti, manajemen bersama PT PPA akan membahas Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) untuk lima tahun ke depan," tambahnya.


Lebih lanjut, Nikolas mengatakan pernyataan dari PT Danareksa berdampak pada kelangsungan usaha PT Amarta Karya.


"Hari ini, beberapa mitra kerja AMKA menghubungi saya terkait dengan pernyataan tersebut. Dampaknya tidak hanya pada mitra kerja, tetapi juga pada karyawan," katanya.


Namun, Nikolas yakin bisnis AMKA dengan mitra kerjanya akan tetap berjalan baik.


"Beberapa proyek yang sedang kami kerjakan antara lain pembangunan Gedung Gelanggang Inovasi & Kreativitas (GIK) Universitas Gadjah Mada, Water Treatment Plant (WTP) Simoro 300 l/dt di Palu, Ciujung Priority Civil Works Package 3 di Serang, dan fabrikasi baja Pintu Air Bendungan di Ibu Kota Nusantara (IKN) yang menjadi bisnis inti PT Amarta Karya (Persero)," ujarnya.


Nikolas menambahkan bahwa seluruh jajaran perusahaan telah berkomitmen untuk bekerja keras demi pemulihan perusahaan.


Salah satu langkah yang diambil adalah mencari potensi dan peluang pekerjaan dengan menggandeng mitra investor dan menciptakan proyek melalui fokus bisnis yang dimiliki perusahaan saat ini.


"Kami yakin langkah-langkah tersebut dapat menopang kelangsungan dan keberlanjutan PT Amarta Karya (Persero) untuk berkontribusi positif dalam membangun infrastruktur di Indonesia sesuai moto BUMN untuk Indonesia," katanya.(BY)