Krisis Air Bersih Menghantui Dusun Lima Jorong Kayu Aro -->

Iklan Atas

Krisis Air Bersih Menghantui Dusun Lima Jorong Kayu Aro

Minggu, 16 Juni 2024
.


Aro Suka, fajarsumbar.com - Kondisi air bersih di Jorong Kayu Aro, Nagari Batang Barus, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, dikeluhan warga setempat, terutama Dusun Lima Jorong. Baru-baru ini melakukan perbaikan saluran pipa secara swadaya, namun hasilnya belum memadai untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.


Pemerintah daerah perlu segera turun tangan untuk meninjau situasi ini. PT. Elmas Santosa dan PT. Aqua dianggap sebagai faktor yang mengambil air bersih dari Jorong Kayu Aro, sementara warga disana masih mengalami krisis air bersih.


Di Dusun IV, yang juga terletak di Jorong Kayu Aro, warga sudah 12 tahun tidak mendapatkan air bersih dari PDAM. Iyen, seorang warga yang mengutarakan keluhannya melalui media ini Minggu  (16/6/2024). Melalui telepon, ia menyebutkan, masalah air bersih ini harus mendapat perhatian serius dari pihak berwenang. 


Ia juga mengeluhkan bahwa upaya-upaya sebelumnya untuk mendapatkan air bersih telah mengalami kegagalan.


"Ia berbicara di grup WA Info Kayu Aro, dan mengeluhkan keadaan air yang tidak memadai setelah melihat kondisi yang dihadapi Dusun V. Setelah mengeluhkan air tersebut, ia mengatakan bahwa air tersebut segera difasilitasi oleh pemuda," katanya.


"Di sini saya mewakili aspirasi warga Dusun IV di sekitar mushala Baiturrahman. Kami telah berusaha keras selama bertahun-tahun untuk mendapatkan sumber air dari PDAM. Kami telah mengadu ke sana kemari, tetapi upaya kami untuk mendapatkan fasilitas air bersih belum membuahkan hasil," ujarnya.


Pada Waktu lalu, warga telah mencoba minta bantuan kepada salah satu calon legislatif Batang Barus dan bersyukur warga telah memiliki sumber air sendiri yang pipanya sudah mencapai sampai ke mushalla. "Sekarang kendala kami adalah menghubungkan pipa ke rumah warga yang belum memiliki dana. Kami sudah membuat proposal ke pemkab, tetapi hingga sekarang, hasilnya belum ada. Melalui grup WA, kami memohon bantuan dari aparat yang terlibat dalam pemerintahan Nagari atau Pemda untuk membantu keluhan kami ini," ujarnya. (def)