Pengiriman Mobil Listrik BYD Mulai ke Konsumen di Indonesia -->

Iklan Atas

Pengiriman Mobil Listrik BYD Mulai ke Konsumen di Indonesia

Jumat, 21 Juni 2024

Siap-siap, mobil listrik BYD bakal dikirim ke konsumen bulan ini. 


Jakarta - PT BYD Motor Indonesia telah mempersiapkan pengiriman unit mobil listriknya kepada konsumen di Indonesia. Saat ini, proses pengiriman sedang berlangsung menuju sejumlah dealer.


Pada bulan Februari 2024, BYD Motor Indonesia meluncurkan tiga model mobil listriknya, yaitu Dolphin, Atto 3, dan Seal. Meskipun demikian, hingga saat ini belum ada pengiriman ke konsumen setelah peluncuran.


Baru-baru ini, di media sosial beredar video yang menunjukkan mobil-mobil BYD sedang diangkut oleh towing, mengisyaratkan bahwa pengiriman mobil BYD ke konsumen sudah dalam tahap pelaksanaan.


Luther T Panjaitan, Kepala Pemasaran BYD Motor Indonesia, mengonfirmasi bahwa mobil-mobil BYD yang merupakan impor utuh (CBU) dari China sudah siap didistribusikan ke dealer.


"Video yang beredar di media sosial beberapa waktu lalu adalah proses pemindahan stok mobil BYD ke dealer untuk persiapan pengiriman kepada konsumen dari masing-masing cabang, khususnya yang telah melakukan pemesanan awal," kata Luther kepada Okezone, Kamis (20/6/2024).


Menurut Luther, ketiga model BYD tersebut siap dikirim kepada konsumen dalam bulan ini sesuai dengan komitmen perusahaan.


"Beberapa unit mobil untuk pengiriman awal kepada konsumen sudah tiba di Jakarta dan sedang dalam proses pengiriman. Kami berkomitmen untuk menyelesaikan seluruh proses pengiriman ini dengan baik," jelasnya.


"Dalam konteks pengiriman, kami fokus untuk memastikan setiap mobil sampai tepat waktu di tangan konsumen. Itu yang menjadi fokus utama kami saat ini," tambahnya.


Sebelumnya, beberapa konsumen sempat mengeluhkan keterlambatan pengiriman mobil BYD setelah empat bulan sejak peluncuran. Hal ini disebabkan oleh persyaratan izin impor yang baru saja diperoleh BYD dari pemerintah Indonesia terkait komitmen investasi perusahaan di Indonesia.


Menteri Investasi dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia, menjelaskan bahwa keterlambatan tersebut terjadi karena proses perizinan impor mobil listrik BYD baru selesai beberapa waktu lalu.


"Sebelum melakukan impor, BYD harus memenuhi persyaratan terkait nilai investasi dan kapasitas produksi. Kami telah mengeluarkan izin untuk impor mereka, dengan alokasi sekitar 10 hingga 20 persen dari total kapasitas produksi mereka," kata Bahlil kepada wartawan di Jakarta, Selasa (11/6/2024).(BY)