Risiko Penggunaan Angin Kompresor Saat Ganti Oli Motor -->

Iklan Atas

Risiko Penggunaan Angin Kompresor Saat Ganti Oli Motor

Rabu, 19 Juni 2024

Semprotkan angin kompresor ke mesin motor ternyata berbahaya, ini penjelasannya.


Jakarta - Ketika mengganti oli motor, mekanik sering kali menggunakan angin kompresor untuk membersihkan bagian dalam mesin dari sisa oli, termasuk kotoran dan kerak yang menempel. Tujuannya adalah agar oli yang baru benar-benar bersih saat masuk ke mesin.


Namun, menurut informasi dari Wahana Honda pada Selasa (18/6/2024), metode ini ternyata tidak dianjurkan. Udara dari kompresor mengandung uap air yang bisa menempel di dalam mesin, dan jika dibiarkan, ini bisa merusak mesin.


Ada juga risiko lain yang lebih serius terkait dengan filter oli, salah satu komponen penting dalam mesin. Filter oli bertugas menyaring kotoran agar tidak masuk ke mesin, sehingga yang tinggal di dalam mesin adalah oli yang sudah bersih. Filter oli ini perlu diganti secara berkala, biasanya selama servis besar, untuk membersihkan kotoran seperti gram atau debu logam yang dihasilkan dari gesekan antar komponen mesin.


Jika bagian dalam mesin disemprot dengan angin bertekanan tinggi, kotoran dari filter oli bisa terdorong keluar. Meskipun membersihkan kotoran dapat bermanfaat, ada risiko bahwa debu logam ini bisa tersembunyi di celah-celah mesin, yang bisa merusak mesin seiring waktu.


Dalam jangka panjang, keberadaan kotoran ini dapat mengurangi performa kendaraan dan mungkin memerlukan biaya servis yang lebih tinggi bagi pemilik kendaraan.


Lantas, bagaimana cara menangani sisa oli di dalam mesin jika metode penyemprotan tidak dianjurkan? Sisa oli di dalam mesin sebenarnya sangat sedikit, hanya beberapa cc. Jika ingin mengeluarkannya, Anda bisa menggunakan kick starter dengan posisi kunci kontak mati. Lakukan 3-5 kali kick starter setelah mesin didiamkan selama 10 menit. Jangan heran jika hanya sedikit oli yang keluar, karena memang jumlah sisa oli yang tersisa sedikit.(BY)