UNP Gelar Diskusi Bersama Koneksi Rangkaian Aussie Banget University "Roadshow International Collaboration For Local Knowledge" -->

Iklan Atas

UNP Gelar Diskusi Bersama Koneksi Rangkaian Aussie Banget University "Roadshow International Collaboration For Local Knowledge"

Jumat, 14 Juni 2024

 

.

Padang, fajarsumbar.com - Universitas Negeri  Padang (UNP) bersama Kolaborasi Pengetahuan dan Inovasi Australia Indonesia (KONEKSI) menggelar diskusi dengan mengusung tema “International Collaboration for Local Knowledge” di Aula Fakultas Ilmu Sosial (FIS), Kamis (13/6/2024).

Koordinator Senior Kemitraan, KONEKSI Tanty Nurhayati Djafar yang juga menjadi moderator dalam diskusi ini mengungkapkan bahwa KONEKSI merupakan Kerja sama antara Pemerintah Indonesia yakni Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek), Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Nasional (Kementerian PPN /Bappenas), dan Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN) dengan Pemerintah Australia di sektor pengetahuan dan inovasi Indonesia.

“KONEKSI telah menghasilkan pencapaian yang sangat signifikan, dengan terpilihnya 38 penerima hibah penelitian di bidang lingkungan dan perubahan iklim, yang melibatkan lebih dari 100 kemitraan antara institusi-institusi di Australia dan Indonesia,” paparnya.

Diskusi yang merupakan bagian dari rangkaian #AussieBanget University Roadshow di Universitas Negeri  Padang itu membahas mengenai bentuk-bentuk kolaborasi penelitian yang dilakukan oleh KONEKSI dengan mendatangkan pembicara Kepala Divisi Fundraising, Lembaga Pengkajian dan Pemberdayaan Masyarakat (LP2M), Ramadhaniati.

Ramadhaniati memaparkan mengenai penelitiannya bersama KONEKSI yang berjudul Memahami Dampak Iklim pada Komunitas Akar Rumput dan Kehidupan

Tak hanya itu pada diskusi ini juga mendatangkan peneliti dari Universitas Andalas yang telah melaksanakan penelitian KONEKSI ini, Arum Harap. 

Dalam diskusi Arum berbagi bagaimana penelitian yang dilaksanakan di mentawai mengenai Adaptasi Berbasis Ekosistem terhadap Perubahan Iklim pada Kelompok Perempuan Adat di Indonesia (Sumatera) dan Australia (Queensland).(Utr/ Hms Unp)