Hizbullah Serang Israel dengan Ratusan Roket Setelah Komandan Tewas -->

Iklan Atas

Hizbullah Serang Israel dengan Ratusan Roket Setelah Komandan Tewas

Kamis, 04 Juli 2024

Hizbullah balas serang Israel dengan roket, usai seorang komandan tewas.



Jakarta - Kelompok milisi Hizbullah meluncurkan ratusan roket ke Israel setelah salah satu komandan senior mereka tewas akibat serangan Israel di Lebanon selatan.


Pada Rabu (3/7), Hizbullah mengumumkan bahwa Muhammad Nimah Nasser, yang juga dikenal sebagai Hajj Abu Naameh, tewas akibat serangan Israel. Hizbullah tidak memberikan rincian lokasi kematian Nasser.


Namun, seorang sumber mengatakan kepada Al Jazeera bahwa seorang komandan Hizbullah tewas di Kota Tyre. Sumber lain yang dekat dengan Hizbullah juga mengonfirmasi kepada AFP bahwa Nasser tewas di kota tersebut.


Tak lama setelah pengumuman itu, milisi yang didukung Iran tersebut meluncurkan 100 roket katyusha ke pangkalan militer Israel.


Dilaporkan oleh Al Jazeera, Muhammad Nimah Nasser adalah komandan senior ketiga Hizbullah yang tewas akibat serangan Israel sejak Oktober.


Seorang sumber mengatakan bahwa Nasser memiliki pangkat yang sama dengan Taleb Abdallah, komandan tertinggi Hizbullah yang sebelumnya tewas dan menyebabkan kemarahan kelompok milisi. Abdallah adalah pejabat militer Hizbullah dengan pangkat tertinggi yang tewas akibat serangan Israel.


Kematian Abdallah memicu Hizbullah meluncurkan salah satu serangan roket terbesar yang pernah dilancarkan kelompok itu ke Israel utara.


Militer Israel mengonfirmasi bahwa serangan mereka memang menargetkan Nasser. Menurut militer Israel, Nasser adalah rekan Abdallah dan bertanggung jawab atas serangan anti-tank dan roket dari barat daya Lebanon.


Serangan ini terjadi di tengah ketegangan antara Israel dan Hizbullah yang semakin meningkat, yang dikhawatirkan dapat memicu perang.


Israel menyatakan telah menyetujui rencana perang dengan Hizbullah. Menanggapi hal ini, Hizbullah menyatakan tidak gentar dan menantang Israel.


Konflik antara Israel dan Hizbullah ini terjadi bersamaan dengan agresi Israel di Gaza. Hizbullah mengklaim bahwa serangan terhadap Israel adalah bentuk solidaritas dengan kelompok Hamas. (des)