Revisi RTRW 2012-2032, Pengembangan Kota Sawahlunto Direncanakan di Kecamatan Barangin -->

Iklan Atas

Revisi RTRW 2012-2032, Pengembangan Kota Sawahlunto Direncanakan di Kecamatan Barangin

Senin, 01 Juli 2024
Foto grafis Sawahlunto Tourism Disparpora. 


Sawahlunto, fajarsumbar.com - Pemerintah Kota Sawahlunto sedang melakukan revisi terhadap Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Sawahlunto tahun 2012-2032, mengingat telah terjadi pergeseran pemanfaatan lahan dan aktivitas penduduk.


Pusat pertumbuhan yang awalnya berada di Kecamatan Lembah Segar, kini direncanakan pengembangannya ke arah utara ke Kecamatan Barangin.


Hal tersebut disampaikan Pj Wali Kota Sawahlunto Fauzan Hasan dalam tanggapan Wali Kota atas Pemandangan Umum Fraksi-fraksi DPRD terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Kota Sawahlunto 2024 tentang RPJPD 2025-2045.


Rapat paripurna ini dipimpin Ketua DPRD Eka Wahyu didampingi Wakil Ketua I H Jaswandi, Wakil Ketua II Elfia Rita Dewi dan dihadiri anggota DPRD, Forkopimda serta Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkup Pemerintah Kota Sawahlunto, Senin (1/7/2024) di gedung perwakilan rakyat setempat.


Dijelaskan Fauzan Hasan, pengembangan pusat pertumbuhan wilayah di Kota Sawahlunto pada tahun 2010 berada di Kecamatan Lembah Segar di sekitar Pasar Remaja. Namun setelah 10 tahun berlalu, banyak terjadi pergeseran geografis dan perubahan aktivitas penduduk.


"Pergeseran geografis yang terdampak paling signifikan adalah pemanfaatan lahan dan lokasi rawan bencana. Pemanfaatan lahan ini disebabkan oleh pertumbuhan penduduk Kota Sawahlunto selama satu dekade terakhir. Sehingga rencana pengembangan pusat-pusat kegiatan kota yang lama, perlu ditinjau ulang dengan memperhatikan kondisi geografis saat ini," ucap Fauzan Hasan menjawab Pemandangan Umum Fraksi PAN, Golkar dan PDI-P.


Selanjutnya yang berkaitan dengan keunggulan lokal Kota Sawahlunto didalamnya, Fauzan Hasan menyampaikan bahwa Kota Sawahlunto dengan kondisi topografi, budaya dan sumber daya alam yang dimiliki, memiliki keunggulan komparatif yang tidak dimiliki oleh semua wilayah baik di Sumatera Barat maupun secara nasional.


Beberapa keunggulan yang dimiliki dapat disimpulkan sebagai berikut;

1. Berada pada segitiga emas yang dapat diakses dengan jalur darat dari Kota Padang dan Bukitinggi sebagai Pusat Pertumbuhan Wilayah (PKW) di Sumatera Barat bagian tengah.


2. Memiliki sejarah tumbuh dan berkembangnya sebuah kota dari aktivitas industri pertambangan di zaman kolonial yang menjadi dasar tumbuhnya budaya bermasyarakat yang masih ada sampai saat ini.


3. Telah dinobatkan sebagai Warisan Dunia oleh UNESCO dengan Warisan Tambang Batubara Ombilin Sawahlunto pada tahun 2019 dan Geopark Nasional pada tahun 2018 yang menjadi daya tarik wisata unggulan tidak hanya di lingkup Sumatera Barat, Nasional bahkan mancanegara. (ton)