Harga Minyak Turun 3% Setelah Arab Saudi Oke Target Harga US$100 -->

Iklan Atas

Harga Minyak Turun 3% Setelah Arab Saudi Oke Target Harga US$100

Jumat, 27 September 2024

Harga minyak turun hampir 3 persen



Jakarta - Harga minyak mengalami penurunan lebih dari 3 persen pada Kamis (26/9) menyusul laporan dari Financial Times yang menyatakan bahwa Arab Saudi, sebagai eksportir minyak mentah terbesar di dunia, berencana untuk melepaskan target harga US$100 per barel dalam rangka persiapan meningkatkan produksi bersama anggota OPEC dan sekutunya pada bulan Desember mendatang.


Harga minyak mentah berjangka Brent tercatat turun US$1,86 atau 2,53 persen, menjadi US$71,60 per barel. Sementara itu, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) dari AS juga mengalami penurunan, dengan akhir perdagangan berada di US$67,67 per barel setelah turun US$2,02 atau 2,90 persen.


Dalam laporannya, Financial Times menyebutkan bahwa Arab Saudi siap untuk mengabaikan target harga tidak resmi sebesar US$100 per barel dan mulai bersiap untuk meningkatkan produksinya.


OPEC+ juga mengungkapkan rencana serupa. Dua sumber dari OPEC+ mengonfirmasi bahwa mereka akan melanjutkan peningkatan produksi minyak pada bulan Desember.


"Mereka bereaksi berlebihan terhadap berita dari Financial Times," ungkap Phil Flynn, analis senior di Price Futures Group.


Tamas Varga, seorang analis di PVM, menambahkan bahwa jika benar adanya peningkatan produksi, hal itu bisa berdampak negatif pada keseimbangan pasar minyak global.


"Ini kemungkinan akan menyebabkan penumpukan stok pada tahun 2025 dan menjaga harga tetap berada di bawah tekanan yang moderat. Yang lebih penting adalah apakah ini merupakan tanda adanya perang pasokan baik di dalam maupun di luar organisasi," jelasnya.


Selain itu, harga minyak juga masih menghadapi tekanan dari kekhawatiran pasar mengenai kondisi ekonomi di China. Banyak pihak khawatir bahwa keadaan ekonomi yang lesu di China dapat menekan permintaan terhadap minyak. (des)