![]() |
Rezky Adiko Putra (21) korban tanah longsor tambang emas ilegal |
Padang – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat memastikan akan memberikan bantuan kepada warga yang terdampak longsor di tambang emas Nagari Sungai Abu, Kecamatan Hiliran Gumanti, Kabupaten Solok.
"Prioritas utama kami adalah memberikan santunan bagi korban meninggal, luka berat, maupun luka sedang," ujar Plt Gubernur Sumbar Audy Joinaldy saat berkunjung ke RSUD Arosuka, Kabupaten Solok, pada Sabtu.
Audy menjelaskan bahwa bantuan yang diberikan berupa uang tunai dan barang, dengan harapan bisa membantu meringankan beban para korban dan keluarga mereka. Bantuan ini berasal dari berbagai sumber, termasuk Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), dinas sosial, dinas kesehatan, dan lembaga lainnya.
Berdasarkan laporan yang diterima hingga Sabtu sore pukul 16.00 WIB, longsor di lokasi tambang emas telah menyebabkan 12 orang meninggal dunia, sementara delapan orang lainnya mengalami luka-luka dan telah menerima perawatan medis.
Di RSUD Arosuka, dua korban masih dalam perawatan intensif, yakni Rezky Adiko Putra (21) yang didiagnosa dengan dugaan patah tulang, serta Handika Septriadi yang mengalami trauma pada bagian dada.
Sementara itu, lima korban lainnya saat ini masih dirawat di RSUD M. Natsir, Solok.(des)