Risiko Anak Duduk di Jok Depan Mobil, Ini Bahayanya -->

Iklan Atas

Risiko Anak Duduk di Jok Depan Mobil, Ini Bahayanya

Senin, 30 September 2024

Jok depan mobil dirancang untuk orang dewasa, bila dipaksakan buat anak kecil ada potensi berbahaya seperti tercekik sabuk pengaman


Jakarta - Menempatkan anak kecil di jok depan mobil, baik sendiri maupun dipangku, sangat berisiko menyebabkan cedera. Ada berbagai faktor yang mempengaruhi hal ini, sehingga sangat disarankan agar anak tidak duduk di jok samping pengemudi demi keselamatan selama berkendara.


Faktor pertama yang perlu diperhatikan adalah anak kecil mungkin belum memahami cara melindungi diri sendiri saat berada di dalam mobil. Mereka juga belum memiliki pengetahuan yang cukup terkait benda-benda di kabin yang bisa menimbulkan bahaya.


Contohnya, saat terjadi pengereman mendadak, anak yang duduk di depan bisa terbentur benda keras seperti dasbor atau terjatuh ke ruang kaki karena belum mengerti cara duduk yang benar.


Selain itu, anak kecil cenderung sulit untuk duduk tenang, yang bisa mengganggu, seperti menekan tombol-tombol atau menggeser tuas transmisi secara tidak sengaja. Tindakan-tindakan ini bisa mengganggu konsentrasi pengemudi.


Hal lain yang perlu diperhatikan adalah jok depan mobil tidak dirancang untuk anak kecil, terutama yang memiliki tinggi badan kurang dari 110 cm. Tinggi badan tersebut belum memenuhi syarat penggunaan sabuk pengaman yang benar.


Sabuk pengaman merupakan fitur keselamatan utama di dalam mobil, namun hanya sesuai untuk digunakan oleh orang dewasa karena ada aturan tertentu yang harus dipenuhi.


Sabuk bahu harus melintang dengan benar di bahu tanpa menyentuh leher, sabuk pangkuan harus berada serendah mungkin di atas pinggul, dan posisi angkur sabuk tidak boleh lebih rendah dari bahu.


Jika sabuk pengaman digunakan pada anak kecil, justru bisa berbahaya karena sabuk tersebut bisa tersangkut di kepala atau leher dan menyebabkan cedera.


Pakar keselamatan berkendara, Jusri Pulubuhu, menjelaskan bahwa posisi duduk anak di dalam mobil harus disesuaikan dengan postur tubuh atau tinggi badannya.


Menurut Jusri, jika kaki anak sudah bisa menjejak lantai saat duduk di jok, maka boleh duduk di samping pengemudi. Namun, jika kakinya masih menggantung, sebaiknya anak duduk di kursi baris belakang.


Selain belum cocok menggunakan sabuk pengaman, ada dua alasan lain mengapa anak tidak disarankan duduk di jok depan.


Risiko Terlempar Keluar Mobil

Anak kecil yang duduk di jok depan tanpa sabuk pengaman memiliki risiko tinggi terlempar keluar mobil jika terjadi kecelakaan. Tubuhnya bisa terpental hingga menabrak kaca dan keluar dari kendaraan.


Risiko Terkena Airbag

Alasan lainnya adalah potensi bahaya dari airbag yang mengembang saat terjadi kecelakaan. Kepala anak kecil bisa terbentur airbag yang mengembang dengan kekuatan besar, karena posisi airbag sudah disesuaikan dengan tinggi orang dewasa. Selain itu, airbag yang mengembang bisa menyebabkan anak kesulitan bernapas karena tekanan yang diberikan.(des)