Sawahlunto, fajarsumbar.com - Program CSR PT PLN Indonesia Unit Bisnis Pembangkit Ombilin atas kerjasama Puskesmas Talawi dan PLN Peduli melahirkan kegiatan inovasi Tanggap Kesehatan Ibu dan Cegah Stunting pada Balita (Tangki Cinta) yang dilaunching, Rabu (16/10/2024) di Puskesmas Talawi, Kecamatan Talawi, Kota Sawahlunto.
Pj Wali Kota Sawahlunto, Fauzan Hasan mengapresiasi atas inovasi Tangsi Cinta yang digagas dengan kolaborasi BUMN dan Pemerintahan Kota Sawahlunto. Ia menyebut saat ini angka stunting di Kota Sawahlunto masih cukup tinggi, 19,5 persen.
"Secara keseluruhan total di Kota Sawahlunto berdasarkan data terakhir, anak yang terkena stunting 197 balita, yang posisinya itu dikategorikan balita stunting. Nah, 45 balita diantaranya ada di Kecamatan Talawi, artinya sekitar 22,8 persen di Kecamatan Talawi. Ini PR pak camat lumayan besar juga," ungkap Fauzan Hasan.
Jika program inovasi Tangki Cinta ini difokuskan untuk 30 penerima; 10 ibu hamil, 10 untuk ibu dan 10 bagi balita yang stunting. "Kami juga mengharapkan juga kepada PLN Peduli, kalau bisa program ini jangan berhenti pada 10 balita ini. Tapi ada PR kita 35 balita lagi, karena jumlahnya 45 balita. Kalau 10 balita ditanggapi sekarang, 35 balitanya kapan? Mumpung pak manager ada disini, kita minta langsung sekarang," harapnya.
![]() |
| Anggatara menyerahkan secara simbolis CSR PLN Peduli untuk program inovasi Tangki Cinta kepada Pj Wali Kota Sawahlunto Fauzan Hasan. (foto anton) |
Fauzan Hasan berharap kepada PLN Peduli, perusahaan BUMN tersebut mau dan berkeinginan untuk membantu persoalan stunting di Kota Sawahlunto. "Kami yakin juga, PLN ini sudah ada juga program-programnya, yang penting harapan ini kita sampaikan. Kita saat ini punya 45 balita yang harus kita tangani, kalau bisa keluar dari stunting," sambungnya.
Pj Fauzan Hasan juga menyampaikan kepada Kadis Kesehatan, Camat dan Kepala Puskesmas dalam waktu dekat ini agar segera mencari 45 pejabat untuk menjadi orang tua angkat bagi 45 balita stunting yang rumahnya memang berdekatan.
"Kemungkinan kita juga bisa meminta bantuan dari pihak-pihak BUMN sebagai bapak asuh tersebut. Selain melibatkan pejabat instansi daerah, misalnya camat, sekretaris camat, kepala desa, perangkat desa, itu dilibatkan semua. Ditambah nanti dengan tim PLN Peduli yang mau ambil satu anak asuh satu pejabat. Inilah bentuk kepedulian kita terhadap lingkungan kita sendiri," terangnya.
Sementara itu, Pelaksana Harian (Plh) Manager PT PLN Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkit (UBP), AE. Anggatara mengatakan dukungannya terhadap program Inovasi Tangki Cinta ini dan berharap semoga bisa membawa kebermanfaatan untuk masyarakat disekitar wilayah operasional perusahaannya, khususnya Kecamatan Talawi.
![]() |
| Pj Wali Kota Sawahlunto Fauzan Hasan memberikan cinderamata ucapan terimakasih pemerintah daerah kepada PT PLN Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkit (UBP) Ombilin. (foto anton) |
"Dalam hal ini, fokusnya kepada ibu dan balita. Kami dari perusahaan juga mendata untuk potensi-potensi yang lain, yang mungkin kami bisa mendukungnya supaya menunjukkan kesejahteraan rakyat," ujarnya kemudian.
Kepala Puskesmas Talawi, dr. Mareza Dwithania menjelaskan Tangki Cinta merupakan inovasi Puskesmas Talawi dalam upaya mengendalikan stunting, menurunkan angka kesakitan dan kematian pada ibu dan balita.
Ia menyebut, program ini menyasar 11 desa yang berada di Kecamatan Talawi dengan kolaborasi SDM Puskesmas Talawi, ahli dan lintas sektor dengan dukungan dana CSR dari PLN Peduli.
"Harapan dari program ini, pertama adalah penurunan prevalensi stunting, khususnya untuk Kota Sawahlunto. Menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB), pada nanti pengetahuan dan wawasan yang diberikan kepada peserta yang hadir, meningkatkan persalinan normal di Puskesmas Talawi.
![]() |
| Anggatara menyerahkan bantuan program inovasi Tangki Cinta kepada ibu dan balita stunting. (foto anton) |
Mudah-mudahan kami dipercayakan di Puskesmas ini untuk tempat persalinan bagi masyarakat Talawi atau untuk masyarakat Kota Sawahlunto. Deteksi dini ibu dan anak, tidak ada lagi kita temukan masalah terhadap anak-anak kita yang terlambat perkembangannya, kita cepat merujuknya kepada dokter spesialis untuk segera dapat ditindaklanjuti dan juga kita mensukseskan dalam pelayanan integrasi layanan primer," tandasnya.
Hadir dalam kegiatan, Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Kelurga Berencana Kota Sawahlunto, dr Ranu Verra, Camat Talawi Ucak Hardian, Asisten Manager KSA PT PLN Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkit (UBP) Ombilin Elfita Burnama, Kepala Desa se-Kecamatan Talawi, Forkopimca Talawi, Ibu Hamil dan Ibu Balita dari masing-masing desa. (ton)
Komentar


