Padang Pariaman Intensif Bina 14 Sekolah dengan Tekad Raih Adiwiyata 2025 -->

Iklan Atas

Padang Pariaman Intensif Bina 14 Sekolah dengan Tekad Raih Adiwiyata 2025

Rabu, 23 Oktober 2024
Kepala Dinas LHPKPP Padang Pariaman Syafrion (foto.doc.ikp)



Padang Pariaman - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Padang Pariaman melalui Dinas Lingkungan Hidup, Pengembangan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (LHPKPP) kembali bertekadnya untuk bisa meraih penghargaan Adiwiyata tingkat Provinsi dan Nasional, sebagaimana pernah diraih pada tahun 2015 yang lalu.


Penegasan komitmen itu dikatakan Kepala Dinas Kepala Dinas LHPKPP Padang Pariaman, Syofrion, M di ruang kerjanya Kantor Bupati, Parik Malintang, pada Senin (21/10/2024), sehubungan pihaknya telah melakukan menggelar Forum Group Discussion (FGD) di SMAN 1 Enam Lingkung dan SMAN I Ulakan Tapakis tentang persiapan Adiwiyata Sekolah.


Ia menyebut, setidaknya sasaran utama tak lain dengan memberikan pemahaman secara baik kepada masing-masing pihak sekolah yang ada. Khususnya, membudayakan program dan perilaku ramah lingkungan.


"Kita dari Dinas LHPKPP,  telah memilih dan menetapkan sebanyak 14 sekolah dengan berbagai tingkatkan sebagai Calon Sekolah Adiwiyata atau CSAP. Yakni terdiri dari sebanyak 6 setingkat SD, 6 SLTP dan 2 SLTA" terangnya.


Kepada Sekolah yang telah ditetapkan itu, ucap Syafrion, kita jadikan sekolah mereka memiliki sekolah binaan pula minimal pada 2 (dua) sekolah nantinya.


"Ini dilakukan bertujuan sebagai bentuk regenerasi dalam rangka kelanjutan pembinaan program Adiwiyata di daerah ini" harap Syofrion.


Menurut dia, seluruh sekolah yang ditunjuk sebagai CSAP juga akan terus dibina secara intensif. Kira berharap bisa meraih penghargaan tertinggi, baik penghargaan Adiwiyata Provinsi maupun Nasional.


Kemudian, sambung Syafrion, juga dilakukan pembentukan Duta Lingkungan. Sejak dari tingkat Nagari, Kecamatan dan Kabupaten hingga bisa meningkat dan berkembang menjadi Duta Lingkungan tingkat Provinsi dan Nasional lainnya.


"Sehingga para Duta Lingkungan ini, juga akan bisa menularkan sikap kepedulian lingkungan melalui pembinaan yang kita lakukan di sejumlah sekolah atau titik lainnya nanti" ungkap Syafrion.


Ia jelaskan untuk bisa meraih penghargaan Adiwiyata, tentunya tidak terlepas dari dukungan semua komponen. Juga dukungan dan keseriusan pihak sekolah maupun warga sekolah serta masyarakat lingkungan lainnya.


"Pada tahun 2015 Padang Pariaman pernah meraih prestasi tingkat Nasional yang diwakili SMAN I Lubuak Aluang. Sedangkan penghargaan Adiwiyata Provinsi diwakili salah satu SMPN di Kecamatan Sintuk Toboh Gadang. Karena, pembinaannya tidak berkelanjutan, maka semua kembali lagi ke awal lagi akhirnya" ungkap dia.


Oleh sebab itu, ia tambahkan, kita Padang Pariaman berkomitmen kuat, bisa kembali meraih penghargaan Adiwiyata Nasional atau Provinsi. Atau minimal akan meraih Sertifikat Adipura tahun 2025 mendatang. 


"Sudah hampir 25 tahun lamanya, bahwa daerah Padang Pariaman tidak lagi pernah merasakan ataupun mendapatkan  penghargaan Piala maupun Sertifikat Adipura" beber Syafrion.


Kini kita Padang Pariaman, sebut Syafrion, butuh kerjasama dan dukungan dari semua pihak. Lagi, kita membenahi berbagai fasilitas pendukung yang dibutuhkan untuk itu. "Terutama adanya program berupa pengadaan bank sampah. Ini merupakan hasil kerjasama dengan pihak PT. Semen Padang," ulasnya mengakhiri.(rsaco).