![]() |
ilustrasi |
Jakarta - Qualcomm telah meluncurkan chipset terbarunya, Snapdragon 8 Elite, yang diproduksi dengan teknologi fabrikasi 3nm. Chipset ini dirancang untuk mendukung penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam perangkat ponsel.
Snapdragon 8 Elite akan menjadi otak dari seri Samsung Galaxy S25 serta seluruh ponsel flagship Android di tahun mendatang.
Perkenalan produk ini dilakukan pada hari Senin (21/10) di Snapdragon Summit tahunan, di mana Qualcomm menjelaskan berbagai peningkatan yang dibawa chipset ini, termasuk teknologi fabrikasi 3nm dan efisiensi daya yang lebih baik.
Qualcomm menyebutkan ada setidaknya sembilan produsen ponsel yang akan menggunakan Snapdragon 8 Elite dalam produk mereka, termasuk Samsung, OnePlus, Asus, Xiaomi, Honor, dan Oppo.
Meskipun belum ada rincian spesifik mengenai model yang akan mengadopsi chipset ini, diperkirakan Snapdragon 8 Elite akan hadir pada Samsung Galaxy S25 dan OnePlus 13, flagship dari kedua merek tersebut.
Menurut Toms Guide, OnePlus 13 diperkirakan akan diluncurkan lebih dulu di China pada tanggal 31 Oktober, tetapi tanggal rilis globalnya masih belum diketahui.
Sementara itu, peluncuran Galaxy S25 oleh Samsung diperkirakan akan berlangsung pada bulan Januari, di mana akan terlihat apakah Snapdragon 8 Elite hanya akan digunakan di Galaxy S25 Ultra secara global atau juga pada model S25 lainnya di luar Amerika Utara.
Beberapa ponsel lain juga diharapkan menggunakan Snapdragon 8 Elite. Asus berencana untuk memperkenalkan ROG Phone 9 dengan chipset baru ini pada bulan November. Honor Magic 7 juga disebut-sebut akan mengusung chipset terbaru dari Qualcomm ini.
Adam Zeng dari Xiaomi mengungkapkan di Snapdragon Summit di Hawaii bahwa seri Xiaomi 15 akan menjadi "smartphone pertama yang mengandalkan Snapdragon 8 Elite secara global."
Performa
Mirip dengan silikon A18 Apple, Snapdragon 8 Elite dibuat dengan proses fabrikasi 3nm, yang merupakan peningkatan dari proses 4nm yang digunakan pada Snapdragon 8 Gen 3 saat ini. Ukuran fabrikasi yang lebih kecil memungkinkan transistor lebih dekat satu sama lain, sehingga meningkatkan kinerja dan efisiensi daya.
CPU Kryo yang sebelumnya ada pada chipset Snapdragon digantikan dengan versi CPU Oryon yang khusus dirancang untuk perangkat mobile.
Oryon adalah CPU yang juga terdapat dalam silikon Qualcomm Snapdragon X Elite untuk komputasi terkoneksi, dan Qualcomm menyatakan bahwa generasi kedua dari chip ini akan mengoptimalkan pengalaman browsing, gaming, dan penggunaan lainnya pada perangkat seluler.
CPU Oryon di Snapdragon 8 Elite membawa arsitektur baru dengan dua inti utama berkecepatan 4,3GHz dan enam inti kinerja yang dirancang untuk menangani tugas berat sambil memaksimalkan efisiensi daya.
Qualcomm menghilangkan inti efisiensi dari versi Oryon ini, mengikuti tren mengurangi jumlah inti efisiensi pada CPU-nya.
Mikroarsitektur baru ini juga memperkenalkan pre-fetcher data yang diklaim Qualcomm dapat meningkatkan performa. Mikroarsitektur ini mendukung fitur Instant Wake yang memungkinkan inti langsung bekerja tanpa urutan pengaktifan.
Dalam hal performa, Qualcomm mengklaim chipset ini akan memberikan peningkatan 45 persen untuk tugas single-core dan multicore dibandingkan dengan Snapdragon 8 Gen 3, dengan peningkatan penjelajahan web hingga 62 persen. Selain itu, efisiensi daya CPU Oryon meningkat sebesar 44 persen.
Qualcomm juga membagikan hasil benchmark untuk Snapdragon 8 Elite, di mana perangkat dengan chipset ini mencatat skor rata-rata single-core dan multicore sebesar 3.221 dan 10.426 pada Geekbench 6.
Hasil ini menunjukkan bahwa skor single-core Snapdragon 8 Elite setara dengan 3.386 yang diraih oleh iPhone 16 Pro Max, sementara skor multicore-nya unggul 26 persen dibandingkan dengan iPhone 16 Pro Max. (des*)