![]() |
. |
Padang, fajarsumbar.com – Wakil Ketua DPRD Sumatera Barat, Evi Yandri Rajo Budiman, memberikan apresiasi tinggi terhadap pemusnahan barang bukti narkotika jenis ganja yang dilaksanakan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) pada Kamis (31/10) di Krematorium HBT Bukit Sentiong, Padang. Sebanyak 624,5 kilogram ganja dimusnahkan dalam acara tersebut.
Evi Yandri menekankan bahwa kegiatan ini sejalan dengan komitmennya dalam memerangi penyalahgunaan narkoba. “Pengentasan narkoba merupakan salah satu fokus utama saya selama ini, terutama karena saya juga aktif dalam kampanye anti-narkoba,” ujarnya.
Sebagai wakil rakyat, Evi Yandri mengungkapkan bahwa ia selalu siap mendukung dan bekerja sama dengan BNN serta aparat terkait dalam upaya penanggulangan narkoba di Sumbar. Ia juga menyebutkan berbagai kegiatan yang telah dilaksanakan oleh dirinya, seperti sosialisasi kepada pelajar, pelatihan teknis (bimtek), dan berbagai program lainnya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya penyalahgunaan narkoba.
Evi menegaskan bahwa DPRD Sumbar akan terus memberikan dukungan penuh kepada BNN dalam upaya pengentasan narkoba. “Masalah narkoba ini harus diselesaikan bersama, melibatkan seluruh lembaga pemerintah dan masyarakat. Kita semua harus bersatu untuk mengatasi masalah ini,” tegasnya.
Kepala BNNP Sumbar, Brigjen Pol Ricky Yanuarfi, dalam kesempatan yang sama menjelaskan bahwa ganja yang dimusnahkan tersebut merupakan hasil operasi gabungan BNNP Sumbar dan Kantor Bea Cukai Teluk Bayur pada 12 Oktober 2024. Operasi ini berhasil mengungkap dua lokasi penyelundupan narkoba di Pasaman Timur dan Tanah Datar. Di Pasaman Timur, petugas mengamankan ganja seberat 514,2 kilogram, sedangkan di Tanah Datar, ditemukan 110,3 kilogram ganja.
"Total barang bukti yang dimusnahkan hari ini adalah 624,5 kilogram ganja. Operasi ini merupakan langkah nyata dalam memerangi peredaran narkoba di Sumbar," kata Brigjen Ricky.
Pemusnahan ganja ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam memberantas penyalahgunaan narkoba yang semakin meningkat, dan menunjukkan komitmen semua pihak untuk menciptakan lingkungan yang bebas narkoba di Sumatera Barat.(*)