![]() |
Beberapa jenis beras bagus untuk menurunkan berat badan. |
Jakarta – Dalam usaha menurunkan berat badan, nasi kerap dianggap sebagai penyebab utama kegagalan diet. Tak sedikit orang langsung mengeliminasi nasi dari pola makan mereka begitu memutuskan untuk diet.
Namun, benarkah nasi merupakan biang kerok kenaikan berat badan? Jawabannya tidak sesederhana itu.
Sebenarnya, kamu masih bisa menikmati nasi tanpa harus khawatir berat badan naik, asalkan memahami cara penyajian yang tepat serta memilih jenis beras yang lebih sehat. Fokus utama bukanlah menjauh sepenuhnya dari nasi, melainkan mengatur porsinya dengan bijak, memilih beras bernutrisi tinggi, dan mengonsumsinya dengan lauk yang seimbang.
Pada dasarnya, kunci penurunan berat badan adalah menciptakan defisit kalori—yakni membakar lebih banyak kalori daripada yang masuk. Menurut ahli gizi Garima Goyal, "Satu mangkuk nasi tidak akan langsung membuatmu gemuk, kecuali jika dikonsumsi dalam jumlah yang berlebihan."
Sebuah riset dari European Association for the Science of Obesity juga menunjukkan bahwa individu yang mengonsumsi sekitar 150 gram nasi setiap hari justru memiliki risiko obesitas yang lebih rendah dibanding mereka yang hanya makan sekitar 14 gram. Ini mengindikasikan bahwa kualitas dan keseimbangan pola makan secara keseluruhan lebih berpengaruh daripada hanya sekadar menghindari nasi.
Pilihan Jenis Beras yang Ramah untuk Diet
Tidak semua jenis beras berdampak sama pada tubuh. Berikut ini beberapa pilihan beras yang dinilai lebih cocok bagi mereka yang sedang dalam program penurunan berat badan, mengutip Health Shots:
Beras Merah
Kaya serat, membantu memperlambat proses pencernaan dan membuat kenyang lebih lama. Penelitian dari American Journal of Clinical Nutrition menemukan bahwa konsumsi biji-bijian utuh seperti beras merah berkaitan dengan penurunan kadar lemak tubuh.
Red Rice (Beras Merah Marun)
Mengandung anthocyanin dan antioksidan tinggi yang mendukung peningkatan metabolisme serta memiliki sifat anti-inflamasi.
Beras Hitam
Dijuluki sebagai forbidden rice, jenis beras ini tinggi protein dan serat. Ia membantu menstabilkan kadar gula darah dan mencegah rasa lapar berlebihan, serta mendukung pembakaran lemak lewat kandungan antioksidannya.
Beras Basmati Utuh
Memiliki indeks glikemik yang lebih rendah dibanding nasi putih biasa, sehingga tidak memicu lonjakan gula darah secara cepat—faktor penting dalam manajemen berat badan.
Beras Parboiled
Dikenal juga sebagai converted rice, jenis beras ini melalui proses perendaman dan pengukusan sebelum digiling. Metode ini membuat serat dan nutrisi tetap terjaga, serta menghasilkan dampak yang lebih ringan terhadap kadar gula darah.
Dari semua pilihan tersebut, beras merah dan beras hitam menonjol sebagai yang paling ideal untuk diet. Keduanya unggul karena kandungan serat dan nutrisinya yang tinggi, membantu menekan nafsu makan, menjaga kestabilan gula darah, serta meningkatkan metabolisme. Namun, bila kamu tetap ingin menikmati nasi putih, tak masalah—asal porsinya dikontrol dan tidak dikonsumsi secara berlebihan.(BY)