Semen Padang Tahan Persebaya, PSIS Resmi Terdegradasi dari Liga 1 -->

AdSense New

Semen Padang Tahan Persebaya, PSIS Resmi Terdegradasi dari Liga 1

Senin, 12 Mei 2025

 

Semen Padang FC menciptakan kejutan di Stadion Gelora Bung Tomo, Minggu (11/5/2025) malam, usai berhasil menahan imbang tuan rumah Persebaya Surabaya dengan skor 1-1 dalam lanjutan Liga 1 2025


Surabaya, fajarsumbar.com – Semen Padang FC menciptakan kejutan di Stadion Gelora Bung Tomo, Minggu (11/5/2025) malam, usai berhasil menahan imbang tuan rumah Persebaya Surabaya dengan skor 1-1 dalam lanjutan Liga 1 2025. Hasil ini bukan hanya memperpanjang napas Kabau Sirah di papan bawah klasemen, tetapi juga secara matematis mengirim PSIS Semarang turun kasta ke Liga 2 musim depan.


Dalam laga yang berlangsung penuh tensi tinggi dan tekanan besar bagi kedua tim, Semen Padang tampil berani meski berstatus tamu. Dengan koleksi poin yang belum aman dari ancaman degradasi, tim asuhan Eduardo Almeida datang dengan tekad kuat untuk membawa pulang setidaknya satu poin. Dan mereka berhasil mewujudkannya lewat permainan solid, disiplin, dan sesekali menyerang dengan cepat melalui skema serangan balik.


Gol pembuka dicetak oleh penyerang mereka yang sedang on fire, Cornelius Stewart, di menit ke-35. Berawal dari serangan balik cepat, Stewart yang lolos dari jebakan offside, berhasil menaklukkan kiper Persebaya Ernando Ari lewat penyelesaian dingin di dalam kotak penalti. Gol ini menjadi cambuk semangat bagi rekan-rekannya dan mengejutkan ribuan Bonek yang memadati stadion.


Namun keunggulan itu tak berlangsung lama. Persebaya yang dikenal dengan gaya permainan menyerang dan penguasaan bola tinggi, segera merespons. Tekanan demi tekanan dilancarkan ke pertahanan Semen Padang yang dikomandoi oleh Martic dan Ariansyah di lini belakang. Kebuntuan akhirnya pecah di menit ke-64 saat Bruno memanfaatkan umpan terobosan dari Flavio Silva dan melepaskan tendangan terarah yang tak bisa dihalau kiper Arthur. Skor imbang 1-1 dan laga kembali terbuka.


Drama memuncak di menit-menit akhir. Persebaya nyaris berbalik unggul ketika Dejan Tumbas menjebol gawang Semen Padang di menit ke-87. Stadion sempat bergemuruh menyambut gol tersebut, namun kebahagiaan itu tak bertahan lama. Wasit Adham Makhadmeh dari Uni Emirat Arab yang memimpin pertandingan malam itu, memutuskan meninjau VAR dan mendapati Tumbas sudah berada dalam posisi offside sebelum menerima bola. Gol dianulir, dan skor tetap 1-1 hingga laga usai.


Hasil imbang ini terasa bak kemenangan bagi Semen Padang. Tambahan satu poin membuat mereka kini mengoleksi 32 poin dan naik ke posisi 15 klasemen sementara. Poin ini cukup untuk membuat mereka aman dari kejaran PSIS Semarang, yang hingga pekan ke-32 masih tertahan di dasar klasemen dengan hanya 25 poin. Dengan dua laga tersisa, poin maksimal PSIS hanya bisa mencapai 31, membuat mereka menjadi tim pertama yang resmi terdegradasi dari Liga 1 musim ini.


Pelatih Semen Padang, Eduardo Almeida, menyebut hasil ini sebagai bukti bahwa timnya belum menyerah dalam perjuangan bertahan di Liga 1. “Kami datang ke Surabaya dengan mental baja. Kami tahu tekanan besar di sini, tapi para pemain tampil penuh determinasi dan mengikuti rencana permainan dengan sangat baik,” ujarnya usai pertandingan. Ia juga mengapresiasi lini pertahanan yang mampu meredam gempuran bertubi-tubi dari lini depan Persebaya.


Di sisi lain, Paul Munster, pelatih Persebaya, mengaku kecewa dengan hasil ini karena membuat timnya gagal menyamai perolehan poin Dewa United di posisi kedua. Dengan koleksi 55 poin dari 32 laga, Persebaya tertahan di peringkat ketiga dan harus bersaing ketat dalam dua laga terakhir untuk merebut tiket ke kompetisi Asia musim depan. “Kami punya peluang, kami menciptakan banyak peluang, tapi hasil akhir tak berpihak. Kami akan bangkit,” tegas Munster.


Secara statistik, Persebaya memang mendominasi penguasaan bola hingga 64 persen dan menciptakan lebih dari 15 tembakan ke arah gawang. Namun solidnya pertahanan Semen Padang, ditambah performa gemilang kiper Arthur, menjadi kunci keberhasilan menahan hasil imbang ini. Bahkan dalam beberapa momen krusial, Arthur melakukan penyelamatan gemilang dari peluang emas Flavio Silva dan Bruno.


Semen Padang kini masih harus menyelesaikan dua laga tersisa, dan meski selamat dari ancaman PSIS, mereka belum sepenuhnya aman. Persaingan dengan tim-tim seperti Barito Putera, RANS Nusantara, dan Arema FC di papan bawah masih ketat. Namun hasil di Surabaya jelas menjadi modal kepercayaan diri luar biasa untuk menyambut dua laga terakhir musim ini.


Dengan semangat juang seperti ini, Kabau Sirah membuktikan bahwa mereka belum pantas terdegradasi. Kini para suporter di Ranah Minang bisa sedikit tenang dan berharap tim kesayangan mereka tetap bertahan di Liga 1 musim depan.(*)