Waspada Penipuan Digital, Bank Nagari Ingatkan Nasabah Jaga Data dan Transaksi

AdSense New

Waspada Penipuan Digital, Bank Nagari Ingatkan Nasabah Jaga Data dan Transaksi

Jumat, 16 Mei 2025
Pemimpin Divisi Sekretaris Perusahaan Bank Nagari, Tasman

Padang, fajarsumbar.com – Ancaman penipuan digital semakin mengintai nasabah perbankan. Modusnya makin canggih, sasarannya jelas: mengambil alih data pribadi untuk menguras rekening korban. Menanggapi kondisi ini, Bank Nagari kembali mengeluarkan imbauan penting agar nasabah lebih cermat dan tidak mudah terjebak rayuan tautan palsu yang mengatasnamakan instansi resmi seperti Dukcapil.


Pemimpin Divisi Sekretaris Perusahaan Bank Nagari, Tasman, bersama Kepala Humas Yudi Silvestra, dalam keterangan kepada media pada Kamis (15/5/2025), menyampaikan bahwa edukasi keamanan digital bukan hanya menjadi kebutuhan, tetapi sudah menjadi keharusan di era serba digital ini.


“Banyak kasus yang terjadi karena kelengahan. Nasabah tergoda membuka tautan yang seolah-olah resmi, padahal jebakan. Sekali klik, data pribadi bisa tercuri dan rekening bisa terkuras dalam hitungan menit,” kata Tasman.


Ia menambahkan, salah satu trik yang kerap digunakan pelaku adalah mengirim pesan singkat atau email berisi tautan untuk melakukan update data kependudukan. Jika tautan tersebut diklik, aplikasi jahat (malware) bisa langsung masuk ke perangkat korban dan mengambil data penting seperti username, password, hingga OTP.


Tasman mengingatkan, sesuai ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), tanggung jawab atas keamanan transaksi juga ada di tangan nasabah. Artinya, jika terjadi kerugian akibat kelalaian nasabah dalam menjaga data pribadinya, pihak bank tidak bisa dimintai pertanggungjawaban.


“Karena itu, kami sangat menekankan agar nasabah waspada. Jangan pernah membagikan data pribadi seperti PIN, OTP, username, dan password kepada siapa pun, termasuk yang mengaku dari pihak bank,” jelasnya.


Senada dengan itu, Yudi Silvestra menyampaikan bahwa Bank Nagari terus menggencarkan kampanye digital safety, termasuk melalui media sosial, penyuluhan ke masyarakat, dan kerja sama dengan instansi terkait. Tujuannya jelas: membangun kesadaran digital di tengah masyarakat agar tidak menjadi korban kejahatan siber.


.

“Kami ingin nasabah punya bekal cukup untuk melindungi dirinya dari ancaman digital. Literasi digital itu penting. Keamanan bukan hanya soal sistem, tapi juga soal kebiasaan,” ujar Yudi.


Bank Nagari pun membagikan sejumlah tips penting untuk menjaga keamanan transaksi. Pertama, pastikan hanya mengunduh aplikasi resmi Bank Nagari melalui Playstore atau Appstore. Kedua, hindari mengakses tautan mencurigakan yang diterima lewat WhatsApp, SMS, atau email. Ketiga, pastikan alamat situs transaksi adalah domain resmi Bank Nagari.


Selain itu, nasabah disarankan tidak menyimpan data login di browser, rutin membersihkan cache perangkat, dan menginstal antivirus terbaru untuk mencegah penyusupan perangkat lunak berbahaya.


Langkah preventif lainnya adalah dengan tidak membagikan informasi pribadi kepada siapa pun, termasuk jika diminta oleh pihak yang mengaku sebagai petugas bank. Bank Nagari memastikan bahwa mereka tidak pernah meminta data pribadi melalui jalur komunikasi tidak resmi.


“Lindungi keuangan Anda seperti melindungi dompet. Jangan berikan informasi penting pada sembarang orang, apalagi lewat aplikasi atau tautan yang belum jelas sumbernya. Jika ada keraguan, langsung hubungi Nagari Call di 150234. Kami siap membantu 24 jam,” pungkas Tasman.


Lewat kampanye ini, Bank Nagari berharap masyarakat semakin cerdas dan tanggap menghadapi ancaman digital. Sebab, keamanan transaksi bukan hanya tanggung jawab sistem perbankan, tapi juga tanggung jawab bersama seluruh pengguna layanan. (adv)