Ratusan Pendekar Adu Taji di Kejuaraan Bupati Cup III Muba -->

AdSense New

Ratusan Pendekar Adu Taji di Kejuaraan Bupati Cup III Muba

Jumat, 27 Juni 2025
.


Sekayu, fajarsumbar.com – Ratusan pendekar muda dan dewasa dari berbagai penjuru Musi Banyuasin tumpah ruah di arena Kejuaraan Pencak Silat Bupati Cup III yang digelar meriah di Stabel Berkuda Sekayu, Jumat (27/6/2025). 


Tercatat sekitar 900 pesilat terlibat dalam ajang ini, memperlihatkan gairah luar biasa masyarakat terhadap olahraga tradisional khas Indonesia ini.


Atmosfer kompetisi kental terasa sejak pertandingan pertama dimulai. Sorak sorai penonton membahana tiap kali jurus demi jurus mendarat tepat sasaran. Para pesilat dari kategori usia dini hingga dewasa saling unjuk kemampuan, menampilkan teknik, ketangkasan, dan semangat juang tinggi untuk menjadi yang terbaik.


Ketua IPSI Musi Banyuasin, Heri Hermansyah SE MSi, mengaku bangga atas antusiasme luar biasa dari para peserta dan dukungan masyarakat. Ia menegaskan kejuaraan ini bukan hanya sekadar lomba mencari juara, tetapi juga menjadi wadah strategis untuk menempa mental dan kemampuan para pesilat, khususnya yang akan berlaga di level provinsi.


“Ini momentum penting untuk mengukur kesiapan atlet kita. Lewat pertandingan ini, kami bisa melihat sejauh mana progres mereka dan apa saja yang perlu dibenahi sebelum Porprov Sumsel nanti,” tegas Heri di sela-sela acara.


Kejuaraan ini memang digelar sebagai ajang pemanasan menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Sumatera Selatan yang akan dilaksanakan di Muba pada Oktober 2025. Para pelatih dan official memanfaatkan kompetisi ini untuk menguji taktik dan strategi yang akan diterapkan saat Porprov berlangsung.


Bupati Musi Banyuasin, HM Toha SH, yang hadir membuka kejuaraan, menekankan pentingnya pembinaan olahraga sejak usia dini. Menurutnya, Bupati Cup III tidak hanya melestarikan budaya bangsa lewat pencak silat, tetapi juga menjadi ajang menjaring bibit-bibit atlet potensial yang kelak bisa membawa harum nama daerah di kancah regional maupun nasional.


“Melalui turnamen ini kita berharap lahir pesilat-pesilat andal yang siap bersaing di Porprov bahkan sampai tingkat nasional. Ini juga menjadi ajang pemanasan yang sangat baik bagi para atlet kita,” ujar Bupati Toha dengan penuh semangat.


Antusiasme peserta dan penonton membuat suasana Stabel Berkuda Sekayu begitu semarak. Keluarga dan kerabat atlet ramai hadir memberikan dukungan moril, menciptakan atmosfer kekeluargaan yang kental di tengah sengitnya persaingan.


Di sisi lain, kejuaraan ini juga menjadi barometer perkembangan pencak silat di Musi Banyuasin. Melonjaknya jumlah peserta dibandingkan gelaran sebelumnya menunjukkan peningkatan minat generasi muda terhadap olahraga tradisional ini. Tak hanya itu, berbagai perguruan silat di Muba juga memamerkan bakat pesilat-pesilat muda mereka, yang tak jarang mengundang decak kagum para penonton.


Sejumlah pertandingan berjalan ketat dengan skor yang saling susul-menyusul. Beberapa partai bahkan harus ditentukan lewat penilaian teknik, karena kedua pesilat sama-sama menunjukkan performa luar biasa. Ini menandakan persaingan di cabang olahraga ini semakin kompetitif, sekaligus menjadi sinyal positif bagi kesiapan Muba sebagai tuan rumah Porprov XV.


Kejuaraan ini juga menjadi ajang bagi IPSI Musi Banyuasin untuk melakukan evaluasi menyeluruh, mulai dari aspek teknik, fisik, hingga mental para pesilat. Hasilnya akan dijadikan acuan dalam program latihan intensif menjelang Porprov mendatang.


Tak hanya menampilkan pertandingan, panitia juga menggelar atraksi seni pencak silat yang memperlihatkan keindahan jurus-jurus tradisional Nusantara. Penampilan ini mendapat sambutan meriah dari penonton yang datang dari berbagai kalangan, termasuk pelajar dan tokoh masyarakat.


Dengan berakhirnya kejuaraan ini, para atlet yang berhasil meraih gelar juara diharapkan semakin termotivasi, sementara yang belum beruntung diingatkan untuk tidak putus asa dan terus berlatih. Ajang ini menjadi bukti keseriusan Musi Banyuasin dalam membina olahraga sekaligus mempersiapkan diri menyukseskan Porprov XV. Semangat kebersamaan, sportivitas, dan cinta budaya benar-benar terasa di setiap sudut arena. 


Bupati Cup III 2025 bukan hanya tentang medali, melainkan juga tentang persahabatan dan kebanggaan akan warisan budaya bangsa yang harus terus dijaga dan dikembangkan. (Susilawati)