Dari Berita Baik Menjelma Kota Iven: Kisah Sawahlunto Merangkai Identitas Baru Lewat Lensa Media -->

Iklan Atas

Dari Berita Baik Menjelma Kota Iven: Kisah Sawahlunto Merangkai Identitas Baru Lewat Lensa Media

Minggu, 13 Juli 2025
Ketua Komisi Pendidikan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Marah Sakti Siregar (baju hitam) menyebut wartawan harus profesional, untuk profesional harus kompeten disela-sela Uji Kompetensi Wartawan (UKW) bersama salah satu peserta UKW tingkat madya di Hotel Santika Kota Padang 5-6 Juli 2024 lalu. (foto istimewa) 


Oleh: Anton Saputra (Wartawan Madya) 


BAGAIMANA kekuatan narasi positif di media mengubah Sawahlunto bukan hanya sekadar Warisan Dunia UNESCO, tetapi destinasi utama festival, konferensi, dan pertemuan berskala nasional hingga internasional, membawa geliat ekonomi dan semangat kebersamaan.


Di tengah hiruk pikuk kota yang bertumbuh, perlahan namun pasti merajut identitas barunya. Bukan lagi hanya dikenal sebagai kota arang atau warisan dunia semata, kini Sawahlunto bertransformasi menjadi "Kota Iven." Sebuah metamorfosis yang tak lepas dari peran krusial: pemberitaan baik media.


Dulu, mungkin berita tentang Sawahlunto lebih sering didominasi oleh isu-isu rutin perkotaan. Namun, beberapa bulan terakhir, ada pergeseran signifikan. Media-media lokal, nasional, bahkan platform digital mulai gencar menyoroti sisi lain Sawahlunto: potensinya sebagai tuan rumah acara besar. Ini bukan kebetulan, melainkan hasil dari strategi kolaboratif antara pemerintah kota, komunitas kreatif, pelaku UMKM, dan tentu saja, media itu sendiri.


Membangun reputasi sebagai "Kota Iven" bukan hanya soal memiliki infrastruktur memadai atau venue berkelas. Lebih dari itu, ia adalah tentang persepsi. Dan di sinilah pemberitaan positif media mengambil alih panggung utama. Setiap liputan yang menyoroti suksesnya sebuah konser berskala nasional, meriahnya festival seni budaya, lancarnya konferensi internasional, atau semaraknya gelaran olahraga di Sawahlunto, adalah satu bata yang diletakkan untuk membangun citra tersebut.


Media adalah megaphone terbesar. Ketika media mengabarkan dengan antusias tentang persiapan, suksesnya pelaksanaan, hingga dampak ekonomi yang dihasilkan, itu jauh lebih efektif daripada iklan mana pun. Itu membangun word of mouth yang kredibel dan menarik perhatian pihak luar.


Contoh event Sawahlunto Internasional Songket Silungkang Carnival (SISSCA). Berkat pemberitaan positif yang masif, tidak hanya ramai dikunjungi masyarakat Sawahlunto, tapi juga menarik perhatian fashion enthusiast dari luar kota. Artikel-artikel yang menyoroti inovasi dan potensi Sawahlunto di bidang fesyen membuka mata banyak orang.


Tak hanya acara seni, gelaran Sawahlunto Manang Road Race yang kini menjadi incaran para pebalap nasional, juga tak lepas dari peran media. Foto-foto ribuan peserta yang membanjiri jalanan kota, video drone yang merekam keindahan sirkuit, hingga wawancara inspiratif dengan para pebalap dari berbagai daerah, semuanya tersebar luas, mendorong partisipasi dan mempromosikan Sawahlunto sebagai kota yang sehat dan aktif.


Dampak dari identitas "Kota Iven" ini terasa nyata di setiap sendi kehidupan. Okupansi homestay dan hotel melonjak saat ada event besar. Pusat perbelanjaan ramai dikunjungi, UMKM kuliner dan kerajinan tangan mendapatkan pasar baru. 


Sejak Sawahlunto makin sering jadi tuan rumah event, pemasukan dari toko oleh-oleh meningkat signifikan. Pembeli bukan hanya warga lokal, tapi banyak juga dari luar kota yang sengaja datang untuk event tertentu, lalu sekalian belanja oleh-oleh.


Pemberitaan positif juga menciptakan efek domino. Suksesnya satu event yang diberitakan dengan baik akan menarik promotor event lain untuk melirik Sawahlunto sebagai lokasi berikutnya. Kepercayaan investor meningkat karena melihat geliat ekonomi dan daya tarik kota yang terus tumbuh.


Transformasi Sawahlunto menjadi "Kota Iven" melalui pemberitaan baik media adalah bukti konkret bahwa narasi dapat membentuk realitas. Ini bukan hanya tentang laporan berita biasa, melainkan tentang membangun kisah yang menginspirasi, tentang sebuah kota yang bangga akan potensinya dan siap menyambut dunia.


Namun, tantangan tetap ada. Konsistensi dalam menyelenggarakan event berkualitas, menjaga sinergi antarpihak, dan tentu saja, peran media yang terus objektif namun optimistis dalam pemberitaan, akan menjadi kunci untuk menjaga momentum ini.


Sawahlunto kini bukan lagi hanya sebuah titik di peta Sumatera Barat, melainkan sebuah destinasi yang berdenyut dengan berbagai event, sebuah kota yang ceritanya terus ditulis dan disebarluaskan oleh media, menjadikannya "Kota Iven" sejati, kini dan nanti. (***)