Duong Vu Lam, Kalau Erick dan Tunku Mundur, Siapa Lanjutkan Naturalisasi? -->

Iklan Atas

Duong Vu Lam, Kalau Erick dan Tunku Mundur, Siapa Lanjutkan Naturalisasi?

Selasa, 08 Juli 2025
Eks petinggi AFF mempertanyakan kelanjutan proses naturalisasi pemain Timnas Indonesia. 


Jakarta – Mantan Wakil Presiden Federasi Sepak Bola Asia Tenggara (AFF), Duong Vu Lam, melontarkan keraguan terhadap keberlangsungan program naturalisasi pemain yang tengah digencarkan Indonesia dan Malaysia, apabila terjadi pergantian sosok di balik layar kebijakan tersebut.

Saat ini, Ketua Umum PSSI Erick Thohir menjadi sosok penting di balik gelombang naturalisasi pemain keturunan untuk Timnas Indonesia. Di Malaysia, peran serupa diemban oleh Tunku Ismail Idris. Namun, menurut Vu Lam, ketergantungan pada dua figur ini bisa berisiko jika mereka suatu saat tak lagi aktif di dunia sepak bola.

Ketergantungan pada Figur Sentral
Vu Lam menilai bahwa baik Erick maupun Tunku Ismail telah menggunakan pengaruh mereka secara maksimal untuk menjaring pemain keturunan dari berbagai penjuru dunia. Namun, ia mempertanyakan kesinambungan program ini jika suatu saat kepemimpinan berganti.

“Akan tiba waktunya ketika Erick Thohir dan Tunku Ismail tidak lagi berada di posisi mereka saat ini. Lalu, bagaimana nasib timnas masing-masing?” ujar Vu Lam dalam pernyataannya yang dikutip dari New Straits Times, Selasa (8/7/2025).

Ia juga menyoroti kekhawatiran akan berhentinya arus pemain keturunan jika tidak ada lagi sosok kuat yang mengatur dan mengarahkan strategi naturalisasi.

Peran Finansial dan Koneksi
Lebih lanjut, Vu Lam menyoroti bahwa kemampuan finansial dan jejaring internasional keduanya menjadi kunci keberhasilan dalam menggaet pemain berkualitas yang bersedia berganti kewarganegaraan. Ia mengklaim bahwa pendekatan personal serta sumber daya yang dimiliki dua tokoh tersebut sangat berpengaruh.

“Erick adalah mantan Presiden Inter Milan dan kini menjabat Ketua Umum PSSI. Di Malaysia, Tunku Ismail dikenal sebagai anggota keluarga kerajaan dan pernah dikaitkan dengan upaya membeli klub Valencia,” ujarnya.

“Mereka memiliki tim pencari bakat profesional dan akses luas dalam dunia sepak bola global. Saat menemukan pemain potensial, mereka mampu memenuhi kebutuhan pemain secara finansial, yang akhirnya membuat pemain bersedia membela negara mereka,” lanjutnya.

Menurut Vu Lam, kondisi ini menunjukkan bahwa keberhasilan naturalisasi bukan hanya soal regulasi, tetapi juga bergantung pada kekuatan individu dan sumber daya yang mereka miliki.

Masa Depan yang Belum Pasti
Sebagai catatan, Erick Thohir masih menjabat sebagai Ketua Umum PSSI hingga tahun 2027. Ia terpilih dalam Kongres PSSI yang berlangsung pada Februari 2023. Meski begitu, Vu Lam mengingatkan bahwa bergantung pada figur bisa menjadi kelemahan jika tidak diikuti oleh sistem yang berkelanjutan.

“Jika suatu saat kepemimpinan berpindah tangan, belum tentu ada tokoh dengan sumber daya dan pengaruh serupa yang mampu melanjutkan program ini,” pungkasnya.(BY)