Hati-Hati, Makanan Sehari-hari Ini Bisa Picu Penyakit Liver Berlemak -->

Iklan Atas

Hati-Hati, Makanan Sehari-hari Ini Bisa Picu Penyakit Liver Berlemak

Rabu, 09 Juli 2025
Ilustrasi. Tanpa sadar, makanan enak yang Anda konsumsi termasuk makanan pemicu penyakit hati berlemak. Apa saja? 


Jakarta – Tidak hanya alkohol yang bisa memengaruhi kesehatan hati. Bahkan bagi Anda yang tidak pernah menyentuh minuman keras sekalipun, risiko mengalami penyakit hati berlemak non-alkoholik (NAFLD) tetap ada. Salah satu penyebab utama kondisi ini adalah pola makan yang buruk.

NAFLD terjadi ketika lemak berlebih terakumulasi di organ hati. Kondisi ini paling banyak dialami oleh mereka yang mengalami kelebihan berat badan, obesitas, atau gangguan metabolik seperti resistensi insulin dan diabetes tipe 2. Bila tidak segera dikendalikan, penyakit ini bisa berkembang menjadi peradangan hati kronis, sirosis, hingga kanker hati, seperti dijelaskan oleh Mayo Clinic.

Meski penyebab pastinya belum diketahui secara rinci, banyak penelitian mengaitkan penyakit ini dengan asupan makanan sehari-hari. Berikut beberapa jenis makanan yang sebaiknya dihindari atau dibatasi agar kesehatan hati tetap terjaga:

1. Makanan Cepat Saji (Fast Food)
Makanan cepat saji memang praktis dan menggoda, tetapi umumnya tinggi gula, garam, dan lemak jenuh. Konsumsi rutin fast food lebih dari 20% dari total asupan harian telah terbukti meningkatkan kadar lemak dalam hati secara signifikan.

2. Produk Ultraproses
Produk makanan yang telah mengalami banyak tahap pengolahan — seperti makanan instan, camilan kemasan, dan makanan beku siap saji — cenderung kehilangan nilai gizi alaminya. Ditambah lagi, produk seperti ini sering mengandung bahan kimia tambahan, pengawet, serta kadar tinggi gula dan lemak, yang dapat memicu gangguan metabolisme dan akumulasi lemak di hati.

3. Makanan dan Minuman dengan Gula Tambahan
Sering kali tanpa disadari, kita mengonsumsi terlalu banyak gula tersembunyi dalam berbagai produk. Gula tambahan dapat berupa sirup jagung, madu, gula merah, sirup maple, hingga fruktosa dan sukrosa. Kelebihan konsumsi gula menyebabkan hati bekerja ekstra keras dan berisiko menyimpan kelebihan energi tersebut dalam bentuk lemak.

4. Pemanis Buatan
Meski tidak mengandung kalori, beberapa studi menunjukkan bahwa pemanis buatan seperti aspartam, sakarin, dan sucralose bisa berdampak negatif terhadap kesehatan usus dan hati. Bahkan, WHO menyarankan agar pemanis buatan tidak digunakan sebagai strategi jangka panjang untuk mengontrol berat badan. Konsumsi berlebihan sebaiknya dihindari.

5. Daging Merah dan Daging Olahan
Jenis makanan seperti daging sapi, domba, babi, sosis, bacon, dan jeroan termasuk tinggi lemak jenuh dan senyawa pro-inflamasi. Konsumsi yang berlebihan tidak hanya meningkatkan risiko penyakit jantung, tetapi juga memperbesar peluang berkembangnya penyakit hati berlemak dan kanker, khususnya kanker kolorektal.

Kesimpulan
Menjaga pola makan dengan menghindari makanan tinggi lemak jenuh, gula tambahan, dan bahan kimia tambahan adalah langkah penting untuk melindungi kesehatan hati. Meskipun tidak mengonsumsi alkohol, risiko penyakit hati tetap ada jika Anda tidak memperhatikan apa yang Anda makan. Terapkan pola makan seimbang, perbanyak asupan alami seperti buah, sayur, dan biji-bijian, serta hindari makanan berisiko tinggi seperti yang disebutkan di atas.(BY)