![]() |
. |
Pesisir Selatan, fajarsumbar.com – Bencana longsor menghambat akses transportasi di wilayah Pesisir Selatan, Sumatera Barat. Peristiwa tanah longsor terjadi di ruas Jalan Nasional yang menghubungkan Sumbar dan Bengkulu, tepatnya di Nagari Barung-barung Balantai, Kecamatan Koto XI Tarusan, Senin (14/7/2025) siang.
Longsor yang dipicu curah hujan tinggi selama lebih dari empat jam itu mengakibatkan material berupa tanah dan bebatuan menutupi badan jalan, sehingga menyebabkan kemacetan panjang di kedua arah. Arus kendaraan yang melintasi jalur vital tersebut sempat lumpuh total selama beberapa jam.
Juru Bicara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumbar, Ilham Wahab, mengonfirmasi kejadian tersebut. "Longsor terjadi sekitar pukul 14.00 WIB. Hujan lebat sejak pagi membuat lereng di sekitar lokasi tidak mampu menahan beban air, hingga akhirnya longsor menimbun sebagian jalan nasional," ungkapnya.
Menurut Ilham, jalur tersebut merupakan akses utama masyarakat antarprovinsi dan sangat krusial untuk mobilitas logistik serta kebutuhan ekonomi warga di pesisir barat Sumatera. “Material longsoran cukup tebal dan meliputi tanah basah bercampur batu besar. Akibatnya, kendaraan tertahan di kedua sisi dan sempat terjadi antrean panjang,” jelasnya.
Menanggapi kondisi darurat ini, tim BPBD Pesisir Selatan langsung bergerak cepat berkoordinasi dengan pihak Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Wilayah Sumbar untuk menurunkan alat berat ke lokasi kejadian. Pembersihan jalan dilakukan sejak sore hari dengan melibatkan operator alat berat dan petugas lapangan.
"Alat berat sudah mulai bekerja membersihkan sisa-sisa longsoran. Meski arus lalu lintas kini sudah kembali dibuka, pengendara diminta tetap waspada karena kondisi jalan masih licin dan berisiko," tambah Ilham.
Selain itu, BPBD juga mengimbau masyarakat di kawasan rawan bencana untuk tetap siaga mengingat potensi hujan lebat masih tinggi dalam beberapa hari ke depan. "Kami terus memantau kondisi cuaca dan berkoordinasi dengan BMKG. Jika terjadi hujan intensitas tinggi kembali, masyarakat yang tinggal di daerah lereng diharapkan meningkatkan kewaspadaan," imbau Ilham.
Sejauh ini, tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun kerugian material akibat terganggunya arus transportasi dan aktivitas ekonomi masyarakat di sepanjang jalur nasional diperkirakan cukup besar.
Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan melalui Dinas PUPR dan pihak terkait lainnya turut dikerahkan untuk membantu mempercepat proses normalisasi jalan. Aparat kepolisian juga tampak mengatur lalu lintas di sekitar lokasi guna menghindari penumpukan kendaraan.
Dengan kejadian ini, pihak BPBD mengingatkan pentingnya penanganan jangka panjang terhadap kawasan rawan longsor, termasuk upaya mitigasi seperti perkuatan tebing, drainase yang memadai, dan penghijauan di daerah rawan erosi.(Ab)