![]() |
. |
Pesisir Selatan, fajarsumbar.com – Upaya peningkatan kepatuhan pajak kendaraan bermotor terus digenjot di Sumatera Barat. Salah satu langkah strategis dilakukan melalui kunjungan kerja PT Jasa Raharja Sumatera Barat ke UPTD Samsat Painan, Kabupaten Pesisir Selatan, Senin (7/7/2025).
Kunjungan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Jasa Raharja Sumbar, Teguh Afrianto, bersama Kepala Bagian Operasional. Kedatangan mereka disambut hangat oleh Kepala UPTD Samsat Pesisir Selatan dan jajarannya, dalam sebuah pertemuan yang sarat dengan semangat kolaborasi dan pembenahan pelayanan publik.
Dalam pertemuan itu, ketiga pihak membahas sejumlah isu penting, terutama menyangkut partisipasi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan masyarakat dalam memenuhi kewajiban membayar pajak kendaraan. Teguh Afrianto menegaskan bahwa ASN seharusnya menjadi teladan dalam hal kepatuhan pajak.
"Jika ASN taat membayar pajak, maka masyarakat juga akan ikut patuh. Keteladanan itu penting. Kami ingin semangat ini menyebar dari kantor ke kampung-kampung," ujar Teguh.
Tak hanya itu, kunjungan ini juga fokus pada optimalisasi program pemutihan pajak kendaraan bermotor yang digelar oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. Program ini, yang dimulai sejak 25 Juni dan akan berlangsung hingga 31 Agustus 2025, memberi keringanan bagi pemilik kendaraan menunggak agar bisa melunasi kewajiban tanpa denda.
“Pemutihan ini adalah kesempatan emas bagi masyarakat, termasuk di pelosok Pesisir Selatan, untuk mengurus pajak tanpa terbebani tunggakan. Kami dari Jasa Raharja hadir untuk membantu menyosialisasikan manfaat dan mekanisme program ini,” tambah Teguh.
Salah satu strategi yang dibahas dalam pertemuan adalah penyebaran informasi secara masif, termasuk pemasangan spanduk edukatif di titik-titik strategis, terutama di desa-desa dan pusat keramaian. Ini dianggap penting agar program pemutihan benar-benar sampai ke lapisan masyarakat paling bawah.
Kepala UPTD Samsat Pesisir Selatan pun menyatakan dukungan penuh atas inisiatif bersama ini. “Kami sangat terbantu dengan dukungan dari Jasa Raharja. Ke depan, kami akan menambah titik sosialisasi dan memperbanyak banner edukatif agar masyarakat makin paham dan tertarik memanfaatkan program pemutihan ini,” jelasnya.
Ia menambahkan, pihaknya akan menggandeng pemerintahan nagari hingga perangkat RT untuk memperluas jangkauan informasi ke seluruh penjuru kabupaten. Harapannya, tidak ada lagi warga yang lalai atau enggan membayar pajak hanya karena kurang informasi.
Kunjungan ini sekaligus menjadi momentum penting untuk memperkuat koordinasi lintas lembaga, terutama dalam sistem pelayanan terintegrasi Samsat—yang melibatkan Jasa Raharja, Kepolisian, dan Dispenda. Sinergi inilah yang diharapkan mampu menciptakan layanan publik yang lebih cepat, tepat, dan akuntabel.
Dengan kerja sama ini, diharapkan capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pajak kendaraan akan meningkat secara signifikan. Lebih dari itu, akan tumbuh kesadaran baru di tengah masyarakat akan pentingnya kontribusi pajak untuk pembangunan daerah.
“Pajak bukan sekadar kewajiban administratif, tapi fondasi pembangunan. Dari jalan, jembatan, hingga pelayanan kesehatan, semua butuh dukungan dana yang bersumber dari pajak rakyat,” pungkas Teguh.
Program pemutihan pajak kendaraan bermotor masih akan berlangsung hingga akhir Agustus. Bagi masyarakat yang belum membayar pajak kendaraannya, inilah saat yang tepat untuk merapikan administrasi kendaraan tanpa khawatir terkena denda.(*)