Jasa Raharja dan Satlantas Sasar Pelajar MTsN 1 Pessel, Tanamkan Kesadaran Tertib Lalu Lintas -->

Iklan Atas

Jasa Raharja dan Satlantas Sasar Pelajar MTsN 1 Pessel, Tanamkan Kesadaran Tertib Lalu Lintas

Kamis, 24 Juli 2025
.


Pesisir Selatan, fajarsumbar.com  - Suasana berbeda tampak di halaman MTsN 1 Pesisir Selatan, Selasa pagi (23/7/2025). Ratusan pelajar duduk rapi menyimak pemaparan para tamu istimewa yang datang bukan untuk mengajar pelajaran biasa, melainkan membicarakan soal keselamatan di jalan raya.


Kehadiran tim dari PT Jasa Raharja Sumatera Barat bersama Satuan Lalu Lintas Polres Pesisir Selatan membawa semangat baru dalam upaya menekan angka kecelakaan lalu lintas di kalangan pelajar. Kegiatan yang dikemas dalam program Pengajar Peduli Keselamatan Lalu Lintas (PPKLL) ini menyasar langsung generasi muda, yang menurut data, cukup rentan menjadi korban kecelakaan di jalan.


Kepala sekolah MTsN 1, Suhardi Nasution, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi tinggi atas inisiatif ini. Menurutnya, sinergi antara institusi pendidikan dan lembaga terkait keselamatan lalu lintas adalah bentuk nyata dari pendidikan karakter di sekolah. “Kami ingin siswa kami tidak hanya cerdas di kelas, tetapi juga sadar akan tanggung jawabnya sebagai pengguna jalan,” ujarnya.


Kegiatan ini bukan sekadar ceramah monoton. Iptu Subhan, KBO Satlantas Polres Pesisir Selatan, menyuguhkan presentasi interaktif seputar Operasi Patuh Singgalang 2025. Ia mengajak para siswa untuk memahami tujuh pelanggaran lalu lintas yang kerap jadi penyebab kecelakaan fatal. Dari tidak mengenakan helm, melawan arus, hingga berkendara di bawah umur—semua dibahas dengan bahasa yang mudah dipahami pelajar.


“Keselamatan itu milik semua orang. Bukan cuma tugas polisi. Siswa pun bisa jadi pelopor keselamatan, setidaknya untuk diri sendiri dan teman-teman di sekitar,” ujar Iptu Subhan, disambut anggukan para siswa.


Tak kalah penting, edukasi juga datang dari Fadhil Iqbal, perwakilan Jasa Raharja Samsat Painan. Ia menyampaikan bahwa banyak kasus kecelakaan lalu lintas melibatkan anak-anak sekolah, entah sebagai pengendara, penumpang, maupun pejalan kaki. 


Dengan nada bersahabat, Fadhil mengajak para siswa untuk mulai membiasakan diri tertib sejak sekarang, seperti memakai helm yang benar, tidak naik motor sebelum cukup umur, dan memahami rambu-rambu lalu lintas. "Jangan tunggu jadi korban dulu baru sadar pentingnya keselamatan," ujarnya tegas namun simpatik.


Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah PT Jasa Raharja Sumbar, Teguh Afrianto, menyebutkan bahwa program seperti ini menjadi bagian dari komitmen Jasa Raharja dalam mendukung pendekatan pencegahan (preventif) terhadap kecelakaan. Ia menegaskan bahwa penyuluhan dan pendidikan adalah pondasi penting dalam membangun budaya tertib lalu lintas di masyarakat.


“Kami ingin hadir langsung di tengah masyarakat, terutama di sekolah, karena pelajar adalah masa depan. Jika mereka sadar dan peduli sekarang, maka kita sedang menyiapkan jalan raya yang lebih aman di masa depan,” ucap Teguh.


Acara berlangsung dalam suasana yang akrab dan komunikatif. Banyak siswa yang aktif bertanya dan berbagi pengalaman, mulai dari cerita teman yang kecelakaan karena tidak pakai helm, hingga pengalaman melihat pelanggaran lalu lintas saat berangkat sekolah. Ini menjadi bukti bahwa materi yang disampaikan benar-benar menyentuh dan membekas.


Dengan pendekatan yang jauh dari kesan menggurui, kegiatan ini justru menjadi ruang dialog yang membuka wawasan pelajar terhadap pentingnya keselamatan berlalu lintas. Mereka tidak lagi melihat rambu sebagai sekadar tanda, tetapi sebagai penyelamat nyawa.


Jasa Raharja pun berkomitmen untuk terus menggulirkan program edukatif serupa di berbagai sekolah lainnya di Sumatera Barat. Harapannya, pelajar-pelajar di daerah ini bisa tumbuh menjadi pribadi yang sadar hukum, peduli keselamatan, dan mampu menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing.


Melalui kegiatan ini, pelajar MTsN 1 Pesisir Selatan tak hanya mendapat ilmu baru, tetapi juga membawa pulang semangat baru: bahwa menjadi pelopor keselamatan lalu lintas bukanlah pilihan, melainkan tanggung jawab.(*)