Jasa Raharja Jamin Seluruh Korban Tragedi KM Barcelona V yang Terbakar di Laut Minahasa -->

Iklan Atas

Jasa Raharja Jamin Seluruh Korban Tragedi KM Barcelona V yang Terbakar di Laut Minahasa

Senin, 21 Juli 2025
Rubi Handojo


Manado, fajarsumbar.com - Tragedi memilukan terjadi di perairan Pulau Talise, Likupang Barat, Kabupaten Minahasa Utara, Minggu siang (20/7/2025). Kapal Motor (KM) Barcelona V yang mengangkut penumpang dari Kepulauan Talaud menuju Manado, mendadak dilalap api di tengah pelayaran. Peristiwa naas ini tak hanya menyisakan kepanikan, namun juga menelan korban jiwa dan luka-luka.


Tanpa menunggu waktu lama, PT Jasa Raharja langsung turun tangan. BUMN yang selama ini dikenal sebagai pelindung masyarakat pengguna transportasi umum itu menunjukkan respons cepatnya dengan membentuk tim tanggap darurat di dua titik: Pelabuhan Laut Manado dan Pelabuhan Penyeberangan Serei, Likupang.


“Ini adalah musibah yang menjadi duka kita bersama. Kami turut berbelasungkawa dan memastikan seluruh korban mendapat perlindungan sesuai aturan yang berlaku,” ujar Plt. Direktur Utama Jasa Raharja, Rubi Handojo, dalam pernyataan resminya.


Jasa Raharja bergerak di bawah koordinasi langsung Kepala Kantor Wilayah Sulawesi Utara, Dicky Syiwa Permadi. Mereka melakukan koordinasi intensif dengan pihak Syahbandar Talaud serta otoritas Pelabuhan Manado, untuk memastikan data korban, proses evakuasi, dan mekanisme penjaminan berjalan dengan lancar.


Berdasarkan Undang-Undang Nomor 33 Tahun 1964 tentang Dana Pertanggungan Wajib Kecelakaan Penumpang, seluruh korban yang tercatat dalam manifest kapal dijamin oleh Jasa Raharja. Besaran santunan bagi korban meninggal dunia ditetapkan sebesar Rp50 juta dan akan diberikan langsung kepada ahli warisnya. Sementara itu, korban luka-luka mendapat jaminan biaya perawatan maksimal hingga Rp20 juta yang dibayarkan langsung ke rumah sakit.


Tak hanya itu, fasilitas penanganan darurat seperti pertolongan pertama (P3K) dan ambulans pun turut dijamin. Untuk P3K, Jasa Raharja menanggung hingga Rp1 juta, sedangkan biaya ambulans mencapai Rp500 ribu per orang.


“Tim kami sudah menyisir rumah sakit dan posko korban untuk memastikan tidak ada satu pun korban yang terlewat. Semua harus mendapatkan haknya secara adil dan cepat,” tambah Rubi Handojo.


Langkah tanggap darurat ini menunjukkan komitmen Jasa Raharja sebagai garda terdepan dalam perlindungan dasar korban kecelakaan alat angkutan umum. Dalam situasi genting seperti ini, kehadiran negara melalui BUMN seperti Jasa Raharja menjadi penyejuk di tengah kepedihan.


Tragedi KM Barcelona V menjadi pengingat bahwa keselamatan pelayaran harus terus ditingkatkan. Namun di balik musibah ini, kecepatan dan koordinasi berbagai pihak, termasuk Jasa Raharja, menjadi secercah harapan bagi para keluarga korban yang kini tengah dilanda duka.(*)