Kemkomdigi Luncurkan Koperasi Merah Putih Digital, Ekonomi Desa Naik Kelas Lewat Internet Cepat dan Pelatihan SDM -->

Iklan Atas

Kemkomdigi Luncurkan Koperasi Merah Putih Digital, Ekonomi Desa Naik Kelas Lewat Internet Cepat dan Pelatihan SDM

Selasa, 22 Juli 2025
Menteri Kondisi, Meutya Hafid


Klaten - Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) terus mendorong transformasi ekonomi desa melalui pembangunan koperasi modern berbasis digital. 


Salah satu inisiatif strategisnya adalah mendukung lahirnya Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) yang mengintegrasikan konektivitas internet berkecepatan tinggi dengan pelatihan digital berjenjang bagi pengelola koperasi desa.


Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menegaskan bahwa pihaknya tidak hanya membangun infrastruktur digital, tetapi juga memastikan literasi dan kapabilitas SDM koperasi di daerah berjalan secara sistematis.


“Kami hadir dengan pendekatan kolaboratif bersama komunitas digital lokal dan dinas komunikasi daerah, agar pendampingan benar-benar sesuai kebutuhan tiap desa,” ujar Meutya saat peluncuran KDMP di Desa Bentangan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Senin (21/7/2025) 


Transformasi berbasis data menjadi strategi utama Kemkomdigi. Di Klaten misalnya, seluruh 379 desa dan 26 kecamatan telah terhubung dengan jaringan fiber optik dan Optical Distribution Point (ODP).


Cakupan 4G mencapai 100 persen tanpa satu pun desa masuk kategori blankspot. Kecepatan rata-rata unduhan mencapai 38,16 Mbps, dan unggahan 19,03 Mbps, menjamin kelancaran operasional digital koperasi.


Untuk memastikan stabilitas dan kualitas jaringan, Kemkomdigi secara rutin menggelar audit teknis, terutama mengantisipasi lonjakan trafik dan naiknya kebutuhan data dari aktivitas koperasi dan masyarakat desa.


Tidak berhenti di infrastruktur, Kemkomdigi juga tengah mengintegrasikan Digitalent Academy, platform pelatihan digital milik kementerian, dengan super apps koperasi yang sedang dikembangkan oleh Kementerian Koperasi (Kemenkop).


Platform ini akan mendukung pengelolaan data anggota, transaksi nontunai, hingga pemantauan kinerja koperasi secara real time.


“Digitalisasi koperasi tidak bisa parsial. Kami ingin membangun ekosistem utuh yang modern, partisipatif, dan berkelanjutan,” tegas Meutya.


KDMP dinilai sebagai model ideal digitalisasi ekonomi desa karena memadukan layanan dasar, distribusi logistik, transaksi keuangan, dan pelatihan SDM digital dalam satu platform komunitas.


Contoh suksesnya adalah KDMP Bentangan di Klaten, yang kini memiliki enam gerai aktif dan lebih dari 1.000 anggota.


Model ini menjadi bukti bahwa transformasi digital dan ekonomi kerakyatan bisa berjalan seiring, dengan pendekatan inklusif dan berbasis kebutuhan nyata warga desa.(*saco).