Kopi dan Kulit, Manfaat atau Ancaman Tersembunyi? -->

Iklan Atas

Kopi dan Kulit, Manfaat atau Ancaman Tersembunyi?

Jumat, 11 Juli 2025
Belakangan, muncul klaim yang menyebut bahwa kopi bisa bikin kulit lebih glowing dan awet muda. 


Jakarta – Bagi banyak orang, secangkir kopi bukan sekadar minuman, melainkan bagian dari rutinitas harian yang tak tergantikan. Ada yang memulainya saat pagi baru menyapa, menikmatinya di sela kesibukan siang, hingga menutup hari dengan aroma hangat kopi di malam hari.

Baik karena efek menyegarkan dari kafein maupun kenikmatan rasanya, kopi telah menjadi gaya hidup modern. Menariknya, belakangan beredar anggapan bahwa kopi bisa memberikan dampak positif bagi kesehatan kulit.

Namun, benarkah kopi bisa mempercantik kulit atau justru berisiko menimbulkan masalah baru?

Manfaat Kopi untuk Kulit: Antioksidan dan Efek Menenangkan

Ahli gizi Lovneet Batra mengungkapkan bahwa kopi memiliki sisi baik bagi kulit karena kandungan antioksidannya. Senyawa ini berfungsi menangkal radikal bebas yang bisa merusak sel-sel kulit, sekaligus memperlambat munculnya tanda-tanda penuaan seperti garis halus dan keriput.

Kopi juga memiliki sifat anti-inflamasi yang dapat membantu meredakan kemerahan atau iritasi ringan pada kulit.

National Institutes of Health (NIH) turut menegaskan bahwa konsumsi kopi dalam jumlah wajar bisa mendukung perbaikan tekstur kulit dan mengurangi peradangan, menjadikannya salah satu minuman yang berpotensi menjaga kulit tetap tampak segar dan sehat.

Dampak Negatif: Ketika Kopi Dikonsumsi Berlebihan

Meski menawarkan manfaat, bukan berarti kopi bebas risiko. Jika dikonsumsi secara berlebihan, kopi dapat menyebabkan dehidrasi. Kondisi ini membuat kulit terlihat lebih kusam, kering, dan kurang bercahaya.

Selain itu, penggunaan gula atau susu dalam kopi dapat memicu lonjakan kadar insulin dan meningkatkan risiko peradangan, terutama bagi individu yang sensitif terhadap produk olahan susu atau makanan bergula tinggi.

Kelebihan kafein juga bisa meningkatkan hormon kortisol atau hormon stres, yang dalam beberapa kasus berpotensi memperburuk kondisi jerawat atau iritasi kulit lainnya.

Perlu Berhenti Minum Kopi Demi Kulit Cerah?

Tak perlu langsung menghentikan kebiasaan minum kopi. Menurut Lovneet, kuncinya adalah mengatur jumlah dan cara konsumsinya. Konsumsi kopi tetap diperbolehkan, namun idealnya dibatasi hanya satu hingga dua cangkir per hari.

Lebih baik memilih kopi hitam tanpa tambahan pemanis atau susu hewani. Jika ingin rasa yang lebih lembut, bisa memilih alternatif berbasis nabati seperti susu almond atau oat yang lebih ramah terhadap kulit.

Juga penting untuk memperhatikan waktu minum kopi. Hindari meminumnya terlalu malam agar tidak mengganggu pola tidur, karena kualitas tidur yang buruk juga dapat memengaruhi kondisi kulit.

Efek Samping Kopi Jika Dikonsumsi Berlebihan

Kopi yang diminum secara tidak bijak dapat menimbulkan beberapa efek negatif, di antaranya:

Gangguan tidur atau insomnia

Detak jantung meningkat

Meningkatnya rasa gelisah atau kecemasan

Kulit menjadi dehidrasi

Masalah lambung seperti naiknya asam

Kesimpulannya, kopi tidak serta-merta merusak kulit. Namun, bagaimana cara kita mengonsumsinya sangat menentukan apakah kopi menjadi sahabat atau justru musuh bagi kesehatan kulit.(BY)