Kubu Gadang Genjot Rebranding, Gandeng HIPMI dan ISI Padang Panjang -->

Iklan Atas

Kubu Gadang Genjot Rebranding, Gandeng HIPMI dan ISI Padang Panjang

Rabu, 09 Juli 2025
Pengurus IMI Sumbar dan ISI Padang Panjang menyatakan siap berkaloborasi  memajukan Kubu Gadang sebagai Desa Wisata.


Padang Panjang, fajarsumbar.com – Upaya menjadikan Desa Wisata Kubu Gadang sebagai destinasi unggulan berbasis budaya dan edukasi terus digalakkan. Terbaru, pengelola desa wisata yang berlokasi di Kelurahan Ekor Lubuk ini menjalin sinergi strategis dengan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Sumatera Barat dan Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Seni Indonesia (ISI) Padang Panjang.


Langkah ini dinilai sebagai percepatan transformasi Kubu Gadang dari sekadar desa wisata konvensional menjadi pusat inovasi berbasis seni, ekonomi kreatif, dan smart tourism.


Dekan Fakultas Seni Rupa dan Desain ISI Padang Panjang, Dr. Riswel Zam, menyambut positif kunjungan pengelola Kubu Gadang ke kampusnya, Selasa (8/7). Ia menyebut kolaborasi ini akan dituangkan dalam nota kesepahaman, dengan fokus pada rebranding visual, pengembangan kriya lokal, serta menjadikan Kubu Gadang sebagai laboratorium terbuka bagi mahasiswa seni.


“Mahasiswa ISI nanti akan terlibat dalam pengembangan desain, pertunjukan seni, hingga pendampingan pelaku ekonomi kreatif di desa wisata ini. Ini ruang praktik nyata bagi akademisi sekaligus kontribusi bagi masyarakat,” ujar Riswel.


Sementara itu, Ketua Umum HIPMI Sumbar, Muhammad Dhanni Hariyona, turut menyatakan kekagumannya usai meninjau langsung potensi Kubu Gadang. Menurutnya, Kubu Gadang telah memiliki kekuatan atraksi budaya yang autentik, tinggal memperkuat promosi dan jaringan pasar.


“Di sini kita bisa melihat tradisi Minangkabau masih hidup dalam bentuk yang alami. HIPMI siap membantu memperluas koneksi dengan dunia usaha dan mendorong promosi digital yang lebih massif,” ujar Dhanni.


Ia menilai model pengembangan desa wisata seperti Kubu Gadang adalah representasi nyata dari kolaborasi pentahelix: sinergi antara pemerintah, akademisi, pelaku usaha, masyarakat, dan media.


“Ini momentum luar biasa. Kubu Gadang bisa menjadi pilot project smart village tourism jika dikelola serius. Kami dari HIPMI siap jadi mitra percepatan,” imbuhnya.


Pengelola Desa Wisata Kubu Gadang, Yuliza Zein, menyampaikan rasa optimis terhadap arah baru yang mulai ditempuh. Ia menegaskan bahwa kolaborasi dengan ISI dan HIPMI akan menambah daya tarik sekaligus meningkatkan kualitas SDM di kawasan tersebut.


“Kami ingin menghidupkan seni rupa, kriya, dan pertunjukan dalam setiap sudut pengalaman wisata di sini. Dengan bantuan ISI, sisi estetika akan lebih kuat. Sedangkan HIPMI membantu kami untuk menjangkau pasar dan promosi yang lebih luas,” jelas Yuliza.


Saat ini, Kubu Gadang dikenal sebagai salah satu desa wisata berbasis budaya yang aktif menampilkan atraksi tradisional seperti silek, randai, kuliner tradisional, dan edukasi pertanian. Dengan adanya dukungan dari kalangan akademisi dan pengusaha, kawasan ini diharapkan mampu naik kelas menjadi destinasi unggulan yang tak hanya bernilai ekonomi, tapi juga menciptakan dampak sosial dan budaya secara berkelanjutan.


“Desa wisata harus dikelola secara kreatif. Kami percaya, kerja sama seperti ini akan melahirkan inovasi baru dalam pengembangan pariwisata daerah,” pungkas Yuliza penuh semangat. (syam)