Pemprov Sumbar Genjot Ekspor Gambir Limapuluh Kota -->

Iklan Atas

Pemprov Sumbar Genjot Ekspor Gambir Limapuluh Kota

Kamis, 31 Juli 2025

 

Gubernur Mahyeldi luncurkan program Desa Devisa di Limapuluh Kota.


Limapuluh Kota— Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) bersama Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Sumbar menjalin kerja sama strategis untuk meningkatkan mutu dan daya saing komoditas gambir asal Kabupaten Limapuluh Kota. Kolaborasi ini diwujudkan melalui peluncuran program “Pendampingan Desa Devisa”.

Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, menyampaikan bahwa program tersebut diharapkan mampu memberikan solusi menyeluruh, tidak hanya untuk meningkatkan volume produksi, tetapi juga kualitas serta daya jangkau produk gambir di pasar ekspor.

“Lewat program ini, pelaku usaha gambir lokal kita diarahkan untuk tidak hanya menjadi produsen, tetapi juga naik kelas sebagai eksportir yang mampu bersaing secara global,” ujar Mahyeldi saat meresmikan program di Aula Kantor Bupati Limapuluh Kota, Selasa (29/7/2025).

Bupati Limapuluh Kota, Safni Sikumbang, turut menekankan pentingnya upaya peningkatan kesejahteraan petani gambir. Ia menyoroti besarnya peran daerah tersebut dalam kontribusi ekspor gambir nasional.

“Sekitar 90 persen ekspor gambir Indonesia berasal dari Limapuluh Kota. Namun sayangnya, petani belum sepenuhnya merasakan manfaat ekonominya. Inilah saat yang tepat untuk memperbaiki kondisi itu,” tegas Safni.

Berdasarkan data, produksi gambir di wilayah tersebut mencapai sekitar 9.000 ton per tahun, dengan lebih dari 100.000 petani tersebar di 35 nagari yang berada di delapan dari total 13 kecamatan.

Kepala Kanwil DJPb Sumbar, Mohammad Dody Fachrudin, menambahkan bahwa program ini mendapat dukungan penuh dari Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI). Ia menjelaskan, pendekatan yang digunakan bersifat menyeluruh dan mencakup tiga tahapan penting: hulu, tengah, dan hilir.

“Di hulu, kami perkuat kapasitas produksi dan pengolahan; di bagian tengah, fokus pada penguatan kelembagaan dan pola kemitraan; sedangkan di hilir, kami bantu fasilitasi pembiayaan serta akses ke pasar internasional,” terang Dody.

Ia juga menegaskan bahwa sinergi ini bertujuan membangun ekosistem ekspor yang berkelanjutan, dengan melibatkan peran aktif dari pemerintah pusat hingga pemerintah desa, berbasis potensi lokal.(des*)