Padang – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Barat tengah mempersiapkan pembangunan pusat rehabilitasi bagi pengguna narkotika dengan pendekatan *Therapeutic Community* (TC), sebuah metode yang telah terbukti efektif dan telah lama diterapkan di berbagai negara, termasuk Indonesia sejak tahun 1997.
“Pendekatan TC ini diadopsi dari Amerika Serikat dan digunakan untuk memulihkan para pecandu narkoba melalui pembinaan berbasis komunitas,” ujar Kepala BNNP Sumbar, Brigjen Pol Ricky Yanuarfi, dalam pernyataannya di Padang, Rabu (24/7).
Ia menjelaskan bahwa konsep TC awalnya berkembang di Inggris pada era 1950-an sebagai bagian dari terapi psikiatris, sebelum kemudian diadaptasi di Amerika Serikat menjadi metode rehabilitasi bagi pengguna narkoba.
Rencananya, fasilitas rehabilitasi tersebut akan dibangun di kawasan Lubuk Minturun, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, dengan kapasitas awal sekitar 100 orang. Meski demikian, Ricky menilai jumlah itu masih jauh dari cukup untuk mengatasi besarnya permasalahan penyalahgunaan narkoba di Sumatera Barat.
“Berdasarkan data yang kami miliki, sekitar 1,1 persen penduduk Sumbar terpapar narkoba, mulai dari pengguna hingga bandar. Jika dikalkulasikan, itu berarti sekitar 63 hingga 65 ribu orang telah terdampak,” jelasnya.
Ricky menekankan bahwa pembangunan pusat rehabilitasi ini merupakan langkah penting, namun tidak akan cukup jika hanya mengandalkan BNNP.
“Masalah narkotika tidak bisa diselesaikan oleh BNN saja. Dibutuhkan sinergi dan komitmen lintas sektor, terutama dari pemerintah daerah,” tegasnya.
BNNP Sumbar juga menyampaikan apresiasi kepada anggota DPR RI, Arisal Aziz, yang telah menyediakan lahan seluas tiga hektare untuk pembangunan fasilitas rehabilitasi tersebut.
“Kontribusi seperti ini sangat kami hargai, dan kami berharap dapat menjadi inspirasi bagi pihak-pihak lain untuk turut serta dalam upaya penanggulangan narkoba,” pungkas Ricky.(des*)