Penjualan Menurun, Pemerintah Tetap Lanjutkan Insentif LCGC Enam Tahun ke Depan -->

Iklan Atas

Penjualan Menurun, Pemerintah Tetap Lanjutkan Insentif LCGC Enam Tahun ke Depan

Rabu, 16 Juli 2025
insantif LCGC akan dilanjutkan hingga 2031. 


Jakarta – Pemerintah memastikan akan tetap memberikan dukungan fiskal untuk kendaraan hemat energi dan berbiaya rendah (Low Cost Green Car/LCGC) hingga enam tahun ke depan. Keputusan ini disampaikan oleh Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, sebagai upaya mempertahankan pertumbuhan sektor otomotif dan mendorong kepemilikan kendaraan yang terjangkau bagi masyarakat.

“Program LCGC telah memainkan peran besar dalam memperluas akses masyarakat terhadap kendaraan pribadi serta memperkuat fondasi industri otomotif nasional. Karena itu, insentif ini akan diperpanjang hingga tahun 2031,” ujar Agus dalam pernyataan resminya.

Inisiatif LCGC sendiri pertama kali diluncurkan pada 2013 sebagai solusi mobilitas dengan biaya terjangkau. Program ini sempat mencetak penjualan tinggi, dengan angka penjualan melebihi satu juta unit pada tahun pertamanya.

Namun, tren tersebut tidak bertahan lama. Sepanjang paruh pertama tahun 2025, penjualan LCGC menurun tajam. Berdasarkan data dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), hanya 64.063 unit yang berhasil terdistribusi secara wholesales—turun 28,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Penurunan signifikan juga tercatat pada bulan Juni 2025, di mana distribusi LCGC hanya mencapai 7.762 unit. Angka ini menurun hampir separuhnya dibandingkan Juni 2024 yang mencapai lebih dari 15 ribu unit.

Meski menghadapi penurunan penjualan, pemerintah tetap optimistis dengan keberlanjutan program LCGC. Selain menjaga keterjangkauan harga mobil bagi masyarakat, program ini juga diarahkan untuk mendukung peralihan bertahap menuju kendaraan ramah lingkungan.

“Perpanjangan insentif ini penting untuk memberikan kepastian bagi produsen otomotif dalam negeri agar terus mengembangkan kendaraan hemat energi dan ramah lingkungan,” tegas Agus.

Dengan kelanjutan program hingga 2031, diharapkan para pelaku industri dapat menyesuaikan strategi produksi serta berinvestasi dalam teknologi baru yang mendukung efisiensi energi dan elektrifikasi kendaraan.(BY)