PLN dan Koperasi Merah Putih Bersinergi, Wujudkan Ekonomi Desa yang Mandiri -->

Iklan Atas

PLN dan Koperasi Merah Putih Bersinergi, Wujudkan Ekonomi Desa yang Mandiri

Kamis, 24 Juli 2025
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo (kiri) berbincang dengan Menteri Koordinator Bidang Pangan Indonesia


Jakarta – PT PLN (Persero) menyatakan komitmennya untuk mendukung integrasi layanan kelistrikan ke dalam jaringan Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih di seluruh Indonesia. Langkah ini menjadi wujud nyata kontribusi PLN dalam memperkuat pertumbuhan ekonomi lokal, khususnya di sektor pertanian dan wilayah pedesaan.

Komitmen tersebut disampaikan bertepatan dengan peluncuran 80.081 unit Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih oleh Presiden RI Prabowo Subianto di Desa Bentangan, Wonosari, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, pada Senin (21/7). Peluncuran ini menjadi tonggak penting dalam modernisasi sistem koperasi nasional menuju model kelembagaan yang digital, efisien, dan inklusif.

Presiden Prabowo menekankan bahwa koperasi memiliki peran sentral dalam memperpendek rantai distribusi barang kebutuhan pokok, sehingga masyarakat dapat memperoleh akses yang lebih mudah dan harga yang lebih terjangkau.

“Dengan hadirnya lebih dari 80 ribu koperasi ini, kita ingin rakyat kecil bisa memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang adil. Kita juga ingin memangkas rantai distribusi yang terlalu panjang dan merugikan,” ujar Presiden.

Ia juga menekankan pentingnya pembangunan infrastruktur pendukung seperti gudang, cold storage, toko sembako, apotek, armada logistik, hingga fasilitas pinjaman super mikro sebagai bagian dari upaya memperkuat daya saing koperasi.

Menteri Koordinator Bidang Pangan sekaligus Ketua Satgas Koperasi Merah Putih, Zulkifli Hasan (Zulhas), menambahkan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari gerakan besar membangun ekosistem ekonomi desa yang modern dan berpihak kepada masyarakat bawah.

“Koperasi Merah Putih ini hadir sebagai wajah baru koperasi Indonesia. Tidak hanya sebagai tempat produksi dan distribusi, tapi juga untuk memotong rantai pasok, menghapus praktik tengkulak dan rentenir, serta memberdayakan petani, nelayan, dan pelaku usaha desa dengan semangat gotong royong,” tutur Zulhas.

Menurutnya, koperasi ini juga akan menjadi pusat terpadu untuk memenuhi berbagai kebutuhan masyarakat, mulai dari sembako, logistik, pupuk, layanan simpan pinjam yang terhubung dengan Himbara, hingga transaksi pembayaran listrik.

“Ke depan, masyarakat cukup datang ke Kopdes untuk membayar listrik dan berbagai layanan lainnya. Setiap transaksi listrik akan memberi kontribusi langsung bagi koperasi,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menegaskan bahwa koperasi desa merupakan mitra strategis dalam memperluas akses layanan listrik ke seluruh pelosok negeri. Melalui integrasi layanan Payment Point Online Bank (PPOB) ke dalam koperasi, PLN berharap dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat desa dalam melakukan pembayaran dan pengelolaan listrik.

“Kami yakin integrasi layanan PPOB koperasi dengan ekosistem PLN akan menciptakan efek ganda yang positif, tidak hanya bagi masyarakat tetapi juga koperasi itu sendiri,” jelas Darmawan.

Ia menegaskan bahwa PLN siap mendukung Koperasi Merah Putih sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah melalui penyediaan listrik yang andal dan berkelanjutan.(des*)