Padang – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) bersama sejumlah mitra menargetkan penanaman jagung seluas 1.000 hektare sepanjang Agustus 2025 sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan nasional.
“Insyaallah, pada bulan Agustus mendatang kita akan menanam jagung di lahan seluas 1.000 hektare sebagai kontribusi Sumbar terhadap ketahanan pangan nasional,” ujar Gubernur Sumbar, Mahyeldi, saat menghadiri peluncuran program ketahanan pangan jagung bertajuk *“Ba Jaguang: Dari Ranah Minang untuk Ketahanan Pangan Indonesia”* di Kabupaten Padang Pariaman, Kamis (24/7).
Mahyeldi menjelaskan, langkah ini dilakukan karena produksi jagung di Sumbar saat ini baru mampu mencukupi sekitar 40 persen dari total kebutuhan. Sisanya, sekitar 60 persen, masih harus dipasok dari provinsi lain bahkan dari luar negeri.
“Setiap tahun, Sumbar baru mampu menghasilkan sekitar 700 ribu ton jagung. Padahal, kebutuhan kita mencapai 1,9 juta ton, sehingga masih ada kekurangan sekitar 1,2 juta ton,” jelas mantan Wali Kota Padang tersebut.
Ia menambahkan bahwa kebutuhan jagung di Sumbar tidak hanya untuk konsumsi rumah tangga dan produk olahan pangan, tetapi juga sangat besar untuk sektor peternakan, terutama sebagai bahan baku pakan ternak.
“Permintaan jagung di Sumbar cukup tinggi, khususnya dari pabrik pakan ternak,” ungkapnya.
Penanaman jagung di Padang Pariaman ini merupakan hasil kolaborasi antara PT Mekar Agrifin Teknologi (Paten Mekar Tani) dan Kepolisian Daerah Sumbar (Polda Sumbar). Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Mahyeldi menekankan pentingnya menjaga ketersediaan jagung bagi kebutuhan dalam daerah sebelum memasok ke luar.
Ia juga mengapresiasi langkah PT Mekar Agrifin Teknologi dan Polda Sumbar yang dinilainya sejalan dengan visi pembangunan nasional Asta Cita Presiden Prabowo.
“Kita harus memastikan bahwa hasil panen jagung ini diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan Sumbar terlebih dahulu. Jika ada kelebihan produksi, barulah bisa disalurkan ke provinsi lain atau diekspor,” tegas Mahyeldi.(des*)