SIGAP Resmi Beroperasi, Ambulans Gratis Kini Hadir di Kabupaten Pasaman -->

Iklan Atas

SIGAP Resmi Beroperasi, Ambulans Gratis Kini Hadir di Kabupaten Pasaman

Selasa, 08 Juli 2025
Bupati Pasaman, Welly Suhery


Lubuksikaping – Pemerintah Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat, meluncurkan program layanan ambulans gratis bertajuk Siaga Ambulance Gratis Pasaman (SIGAP) sebagai bagian dari upaya memperkuat akses layanan kesehatan bagi masyarakat.

Peluncuran resmi program ini dilakukan oleh Bupati Pasaman Welly Suhery bersama Wakil Bupati Parulian Dalimunte dan jajaran pemerintah daerah di halaman Kantor Bupati pada Senin (7/7).

Dalam sambutannya, Bupati Welly menegaskan bahwa SIGAP bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk nyata dari komitmen Pemkab Pasaman dalam meningkatkan pelayanan publik, khususnya di bidang kesehatan. Ia menekankan bahwa pelaksanaan program ini akan terus dipantau agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.

Layanan SIGAP mencakup penjemputan pasien berdasarkan rekomendasi medis dari rumah ke fasilitas kesehatan, antar fasilitas kesehatan, serta pengantaran jenazah di wilayah Kabupaten Pasaman hingga ke tempat pemakaman.

"Mulai sekarang, layanan ambulans tidak lagi dipungut biaya dan tidak menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD). Kami mengalihkannya sepenuhnya menjadi layanan sosial yang dibiayai oleh daerah," ujar Bupati Welly.

Masyarakat yang membutuhkan layanan SIGAP dapat menghubungi *Hallo SIGAP* di nomor 0822-99-6000-40.

Direktur RSUD Tuanku Imam Bonjol Pasaman, dr. Yong Marzuali, menambahkan bahwa saat ini tersedia tujuh unit ambulans khusus untuk mendukung SIGAP. Selain itu, terdapat juga ambulans milik Puskesmas dan rumah sakit daerah yang akan turut mendukung pelaksanaan layanan ini.

Program ini diperuntukkan bagi warga Kabupaten Pasaman. Pengantaran jenazah hanya berlaku di wilayah kabupaten, sementara untuk rujukan antar fasilitas kesehatan, biaya ambulans tetap ditanggung oleh BPJS Kesehatan.

Sebelum program ini diberlakukan, pengantaran jenazah menggunakan ambulans dikenai tarif dan menjadi sumber PAD dengan kontribusi sekitar Rp180 juta per tahun.

"SIGAP menjadi prioritas kami untuk menghadirkan layanan kesehatan yang lebih merata, adil, dan mudah diakses oleh seluruh warga Pasaman," ujar dr. Yong.(des*)